
Perilaku seperti ini banyak ditemukan di masyarakat perkotaan yang arus informasi sudah bebas dan akses untuk mendapatkan informasi jauh lebih kuat dibandingkan dengan masyarakat di desa. Seharusnya pihak keluarga dan lingkungan sekitar mempersempit kemungkinan berkembangnya perilaku seperti ini.
"Keluarga pada kasus ini adalah pihak yang terpenting dalam pembentukan anak perempuannya. Keluarga yang tanggap seharusnya bisa mempersempit kemungkinan anaknya mengalami kejadian yang tidak diinginkan," kata Sosiolog Universitas Airlangga, Bagong Suyanto Rabu (28/7).
Pada kasus AD, lanjutnya, terlihat bahwa hubungan antara ibu-anak terdapat penghalang atau tidak harmonisnya lingkungan keluarga. Hal ini terlihat dari ketidaktahuan keluarga dengan perubahan sikap dan fisik anaknya sendiri.
Pasalnya tindakan yang dilakukan oleh pelaku anaknya sendiri bukan semata-mata
merupakan kesalahan pribadinya, karena pelaku adalah makhluk sosial yang hidup dan berinteraksi dengan orang lain. Lingkungan sekitar juga menjadi faktor terpenting yang mempengaruhi sikap dan perilaku perempuan tersebut.
Model pacaran yang sudah menghalalkan hubungan badan itu juga merupakan buah dari kehidupan sosialnya. Pelaku pembunuh bayi yang umurnya belum dewasa itu terpengaruh oleh lingkungan sosial dan melakukan hal yang belum semestinya dilakukan.
Tren pacaran yang memberikan ruang untuk melakukan hal di luar ketentuan adalah buah dari kehidupan yang semakin hari makin tidak mengindahkan norma dan tidak mengenal batasan baik dan buruk. Solusinya adalah dengan mempersempitkemungkinan perbuatan itu terjadi dengan membangun lingkungan yang lebih baik.
"Mempersempit perilaku seperti ini harus dilakukan oleh semua pihak, baik dari lingkungan keluarga, lingkungan sekitar hingga pemerintah. Sehingga kemungkinan kejadian ini bisa ditekan," tambahnya.
Sebelumnya, SMAN 12 Jalan Sememi digemparkan dengan kasus penemuan bayi di toilet khusus guru dan TU sekitar pukul 06.45 WIB, Senin (26/7/2010). Bayi laki-laki yang ditemukan di dalam kardus sudah tewas dan kondisinya mengenaskan karena di leher ada lilitan kabel listrik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar