
Ketika itu, ratusan massa menggeruduk jemaat gereja yang berlokasi di Kampung Ciketing Asem, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, ketika sedang menunaikan ibadah kebaktian.
”Saya termasuk yang sangat-sangat prihatin, kawan-kawan Kristiani terhalang menunaikan ibadahnya, kebaktiannya. Seperti yang terjadi di Bekasi. Seharusnya tidak perlu terjadi,” kata Din di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jum’at 9 (13/8).
Din mengatakan, Muhammadiyah saat ini sedang mendalami apa latar belakang terjadinya kasus penyerangan tersebut. ”Sungguh, terus terang saja, Islam yang saya yakini tidak seperti itu.” Ia menekankan bahwa masing-masing pemeluk agama memiliki hak untuk menunaikan kewajibannya beribadah.
Menurut Din, permasalahan ini harus segera diatasi dan dicaritahu apa penyebabnya. Jika ada tanggung jawab pemerintah di dalamnya, maka harus diselesaikan oleh pemerintah. Jika ada yang terkait hubungan antara kelompok Islam dengan kelompok Kristiani setempat, juga dicoba dicari jalan keluarnya. ”Tapi tetap melalui jalan dialog.”
Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar