Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 14 Agustus 2010

Rekening Teroris Rp 1 Miliar Jerat Ba'asyir

JAKARTA, ReALITA onlinePolri menyatakan pemimpin Jama'ah Ansharut Tauhid, Abu Bakar Ba'asyir, ditangkap karena telah mendalangi dan mendanai kamp pelatihan militer teroris di Pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar. Polri menyatakan memiliki bukti rekening untuk mendukung tuduhan itu, dan jumlahnya cukup mengejutkan.

"Kisaran jumlahnya hampir mendekati angka Rp1 miliar," kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Ketut Untung Yoga, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 13 Agustus 2010.

Untung tidak menyebutkan apakah rekening dan transfer yang terjadi di dalamnya atas nama Ba'asyir sendiri atau bukan. "Dalam penjelasannya, Pak Kabareskrim (Ito Sumardi) tidak menyebutkan nama. Tidak disebutkan dari ini ke ini," kata dia.

Seperti diketahui, dalam penggerebekan jaringan teroris jaringan Aceh awal 2010 lalu, Polri menyatakan menemukan aliran dana yang berjumlah hampir Rp1 miliar.

Jumlah itu berasal dari pimpinan JAT Jakarta, Haris, sebesar Rp400 juta, Haryadi Rp150 juta, dr. Syarif Rp200 juta, dan sejumlah uang tunai dari tangan Maulana yang tewas dalam penggerebekan sebelumnya. Belum jelas apakah rekening yang digunakan untuk menjerat Ba'asyir itu terkait dengan aliran dana itu.

Ba'asyir sendiri sejauh ini menyanggah semua tuduhan polisi. Dia juga tetap menolak memberikan keterangan kepada penyidik dan tak bersedia menandatangani Berita Acara Pemeriksaan. VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar