PURWAKARTA, ReALITA Online — Sedikitnya 700 kepala keluarga yang tersebar di Kp Sawah, sebahagian Kp Pondongan, dan Kp Cikao, Desa Cilangkap, Kec Babakan Cikao, Kab.Purwakarta, Ja-Bar, menerima zakat dan shodaqoh dari keluarga Yusup Bin Darmin, Selasa 10 Agustus 2010, pukul 09.00 WIB.
ZAKAT dan shodaqoh berupa beras 5 kg berikut uang sebesar Rp.25 ribu per kepala keluarga yang pembagiannya langsung dilakukan oleh Yusup di rumah tinggalnya sendiri. Pelaksanaannya tertib dan lancar tanpa berebutan dan berdesak-desakan.
Yusup yang didampingi sang istri Emis Binti Eno kepada ReALITA Online memaparkan, pemberian zakat dan shodaqoh tersebut ia lakukan sebagai rasa syukur mereka karena Allah SWT mengabulkan kembali niat mereka untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Yang Insya Allah pada 10 Nopember 2010 mendatang akan berangkat ke Tanah Suci.
Sebelumnya kata Yusup, dia bersama istri telah menunaikan ibadah Umroh tanggal 27 Maret 2010. Akan tetapi, Allah kembali memanggil mereka untuk menunaikan rukum Islam yang kelima. “Kami wajib berbagi rezeki kepada tetangga dan warga lainnya di dua kampung Desa Cilangkap. Apalagi saat ini bertepatan bulan suci Ramadhan,” imbuhnya.
Beberapa warga desa tersebut mengungkapkan, pada bulan Haji tahun 2009 (1430 H) juga memberikan 15 ekor domba untuk kurban yang dibagikan kepada warga Desa Cilangkap.
Ayah dan ibu empat anak ini, pada saat mengeluarkan zakat dan shodaqoh maupun kurban tidak mengedepankan konsolidasi, tapi sosialisasi tanpa pamrih.”Saya tidak pernah mengharapkan pamrih dari orang melainkan dari Allah,” tandasnya.
Nah, sikap Yusup dan Emis, pantas dijadikan contoh bagi masyarakat Desa Cilangkap yang kehidupannya berlimpahan dan berbagi kepada warga yang kurang mampu. Seperti dipaparkan Yusup, setiap memberi kepada orang lain atau seseorang sejatinya bukan pamrih, melainkan dorongan dari hati yang tulus. Ade Jajuli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar