ReALITA Online – Tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI), yakni Yanih Binti Emal (25) warga Kp Pulo Asem, Rt.12/06, Desa Suka Laksana, Kec.Sukakarya, Kab. Bekasi, Jabar, selama 3 tahun tidak jelas di mana berada. Nopi Yanti Permatasari (16) warga Kp Pulo Semut Rt 10/05 dari desa dan kecamatan yang sama nasibnya sama. Keluarga menanti dan berharap supaya kembali ke kampung halaman.
Dua dari tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tersebut asal Bekasi itu Yakni Yanih dan Nopi direktur oleh H Amir kemudian diserahkan kepada PT Pratama Lahji Mandiri. Kemudian Yanih dikirim ke Arab Saudi sedangkan Nopi ke
Sedangkan H Anwar merekrut Surnih Bt Eming (17) Warga Dusun Kerajan Rt 01/01 Desa Tambaksumur, Kec. Tritajaya, Kab. Karawang, yang pernah mengirimkan gaji kepada orangtuanya.
Agaknya menjelang Hari Raya Idul Fitri, Emal dan Doni Rahman yang kurang beruntung karena dirundung rasa sedih. Kedua ayah ini sangat berharap kepulangan Yanih dan Nopi Yanti supaya bisa berkumpul kembali dengan sanak keluarga. Pasalnya, sejak meninggalkan Desa Suka Laksana tiga tahun lalu, hingga kini tidak ada berita di negara mana sebenarnya mereka berada.
Padahal Yanih dan Nopi sejak meninggalkan kampung halaman tiga tahun lalu sang ayah mereka mengetahui berangkat untuk menjadi TKI yang direkrut oleh H Anwar sponsor dari PT Pratama Lahji Mandiri dan PT Jasebhu untuk diberangkatkan ke Arab Saudi dan Jordania.
Keikhlasan ayah mereka dengan harapan kehidupan kelak lebih baik setelah menjadi TKI. Namun demikian, harapan itu rupanya justru menuai kesedihan dan pikiran menjadi tersiksa dari hari ke hari memikirkan nasib anaknya di negara asing yang tak jelas juntrungannya.
Yang paling ironisnya lagi, tak jarang jatuh sakit, baik Emal maupun Doni akibat dihantui wajah Yanih dan Nopi masalah nasib yang tak terbayangkan oleh mereka.
Tapi lain lagi Surnih yang juga direkrut oleh H Anwar, kemudian diserahkan ke PT Jasebhu lalu dikirim ke Arab Saudi, masih tergolong mujur karena sudah pernah mengirim uang kepada ayahnya. Namun kurun 2,5 tahun kemudian, tak ada kabar.
Kedua ayah TKI tersebut kepada ReALITA Online, Minggu (5/9), mengatakan mereka sudah berulangkali menemui H Amir di rumahnya di Kampung Bluo Desa Sukalaksana, Kab Bekasi untuk mempertanyakan nasib anak mereka.
Namun sikap H Amir, kata kedua ayah ini, sangat disesalkan karena seolah tidak tanggap akan keluhan mereka supaya memulangkan Yanih dan Nopi ke kampung halaman masing-masing.
Bahkan mendesak H Amir supaya tidak lagi memperpanjang kontrak kerja Yanih dan Nopi karena belum pernah mengirim gaji sejak selama menjadi TKI. Itulah sebabnya Emal dan Doni bertambah gelisah bahkan kuatir jangan-jangan anak mereka menjadi TKI ilegal di negara tujuan.
Sementara itu H Anwar ketika dikonfirmasi membantah pernah merekrut Surnih Bt Eming (17), “Kenal pun tidak orangnya. Sedangkan kampung saya dengan mereka
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusasalamuallaikum Wr.wb...Tki kami atas nama novianti permatasari yang anda beritakan pada TGl 05 september yang Anda Beritakan tidak ada khabar itu tidak benar... silahkan anda menghubungi Novianti nya sendiri dengan nomor : 0962786198747...menurut keterangan Dari Novianti Sendiri...Beliau telah mengirimkan Uang ke Keluarganya Sebesar Rp5000.000'' ..kami dari Pihak PT.PRATAMA LAHJI MANDIRI akan membantu apabila ada kesulitan apapun Untuk TKI kami...Terima Kasih
BalasHapus