

KARAWANG, ReALITA Online — Herman Binti Totong (31), warga Kp.Campea, RT.07, RW.03, Desa Kampungsawah, Kec. Jayakerta, Kab. Karawang, Jabar, hingga saat ini tetap menanti Nunung Nurasiyah Binti Parma Bakar (30) segera kembali. Pasalnya, dia tidak pernah memberi ijin kepada istrinya itu untuk menjadi TKI/TKW ke Arab Saudi.
HERMAN mengungkapkan, Nunung direkrut oleh Sanijan dan Iyuk yang mengaku sebagai sponsor alias calo Tenaga Kerja Indonesia/Tenaga Kerja Wanita (TKI/TKW) PT Al Zubara Manpower Indonesia (PT AZMI) Penggerak Jaringan Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang berdomisili di Jakarta.
Dia mengatakan, yang memberangkatkan istrinya itu ke Arab Saudi adalah PT AZMI pada 7 Mei 2007. Itu pun sama sekali tidak ia ketahui,” Saya selaku suami tidak pernah mengijinkan Nunung menjadi TKI/TKW, baik lisan maupun tertulis.
Herman menganggap ada persekongkolan untuk membujuk istrinya supaya bersedia menjadi TKI/TKW. Karena itu, bila Nunung kembali, ia bermaksud melakukan tuntutan balik kepada kedua sponsor tersebut.
Selain itu, tegas dia, Nunung hampir tiga tahun sama sekali tidak memberi kabar apa benar berada di Arab Saudi. Karena itu, menuding Sanijan dan Iyuk telah melakukan eksploitasi manusia.
Menurutnya, sudah berulang kali menemui Sanijan di kediamannya supaya menjelaskan kepastian Nunung sebenarnya berada dimana. Namun, hingga berita ini dilansir Herman belum mendapat jawaban karena sponsor tersebut kerap kali menghindar setiap ditemui.
“Selaku suami, saya belum pernah menerima kabar dari Nunung apakah benar ia berada di Arab Saudi.Seharusnya Sanijan jangan diam seribu bahasa karena sudah menyangkut nasib seseorang,” ujarnya.
Aisah Rimbanya Juga Tak Jelas
Bukan hanya Herman yang kehilangan istri. Ternyata Hj. Ruhyati, janda ditinggal mati H. Emad Sidik, yang juga warga Kp.Campea RT.07.RW.03 sampai saat ini belum mendapat berita dari putrinya bernama Aisah Binti Emad Sidik, kini berusia 30 tahun.
Menurut pengakuan istri Emad ini, anaknya itu direkrut oleh H Emun menjadi TKI/TKW ke Jordania. Emun ia ketahui sebagai sponsor dari PT Satria Parang Tritis (PT SPT). Perusahaan inilah yang memberangkatkan Aisah ke Jordania pada 7 Maret 2008.
Akan tetapi, sejak Yati meninggalkan
Agaknya, Ruhyati baru tersadar dan menyesal kemudian, bahwa Aisah putrinya lulusan MTs Mursidulfalah Kampung sawah ini, kata Ruhyati, sejak diterbangkan PT SPT hingga kini tiada berita.
Selain itu, ia pun menyesalkan sikap H Emun seolah kurang perduli apa yang dirasakan Yati,”Perusahaan yang memberangkatkan yang lebih tahu Emun. Seharusnya dia lebih aktif menanyakan ke PT SPT bagaimana nasib Aisah anak saya. Haji sangat sulit ditemui karena jarang ada di rumah,” keluh Yati.
Untuk mengetahui secara pasti keberadaan Nunung dan Aisah, ReALITA Online belum berhasil mengkonfirmasi Sanijan dan H Emun karena jarang ada di rumah. Syam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar