Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 16 September 2010

Jangan ke Jakarta Tanpa Keahlian Kerja

JAKARTA, ReALITA Online — Penduduk non-Jakarta yang tak memiliki keahlian kerja sebaiknya tidak datang ke Jakarta pada arus balik Lebaran. Selain menambah beban kerja di Ibu Kota, mereka juga akan kesulitan mendapat pekerjaan.

SESUAI Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2010, Gubernur DKI Fauzi Bowo meminta agar warga luar Jakarta yang tak memiliki keahlian kerja sebaiknya tetap tinggal di daerah masing-masing. Kedatangan mereka ke Jakarta hanya akan menambah berat persaingan antarpencari kerja di Ibu Kota.

Berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, jumlah pengangguran di Jakarta meningkat selama enam bulan terakhir. Jika pada Februari 2010 tercatat ada 537.470 pengangguran, maka pada September ini jumlahnya mencapai 600.000 orang.

"Kami terus berupaya untuk membuka lapangan pekerjaan kepada mereka, termasuk dengan memasukkan mereka ke BLKD (Balai Latihan Kerja Daerah) milik DKI,” kata Kepala Disnakertrans DKI Jakarta Deded Sukendar, Rabu (15/9/2010).

Meski demikian, kata Deded, jumlah calon tenaga kerja yang dibina di BLKD tidak sebanding dengan jumlah pengangguran yang ada. Tahun ini baru 5.000 orang yang mendapat pelatihan dari BLKD di lima wilayah kotamadya di DKI Jakarta. Pelatihan ini akan memudahkan mereka untuk bekerja di perusahaan-perusahaan sektor informal.

Deded menjelaskan, saat ini BLKD DKI Jakarta sudah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk menyalurkan tenaga kerja dengan keterampilan memadai.

“Perusahaan saat ini lebih selektif memilih pekerjanya. Karena itu, kerasnya persaingan mencari kerja di Jakarta harusnya membuat para pendatang baru berpikir dua kali untuk pergi ke Jakarta jika tidak memiliki persyaratan tersebut,” kata Deded.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Franky Mangatas Panjaitan mengatakan, jumlah pendatang baru di Jakarta tahun ini mencapai 60.000 jiwa. Jumlah ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2007, warga baru Ibu Kota tercatat 109.617 orang, sementara pada 2009 tercatat sebanyak 69.554 orang. Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar