
PURWAKARTA, ReALITA Online — Warna karpet merah itu tampak masih menyala. Terlihat gres, seperti masih baru. Sangat baru. Karpet merah itu dipasang tepat di depan pintu masuk Kantor Jasa Marga Gerbang Tol Cikampek, Jawa Barat.
Karpet juga terpasang hingga di dalam kantor. "Memang masih baru. Baru dibeli tadi malam," kata seorang petugas Jasa Marga yang turut sibuk mempersiapkan penyambutan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Pos Aju Polda Jawa Barat, Cikampek, Jumat (17/9).
Karpet itu memang sengaja dipasang untuk menyambut tamu istimewa. "Biasanya enggak ada karpet," lanjutnya.
Sejak kemarin sore, terjadi kesibukan mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan Presiden. Petugas yang enggan menyebutkan namanya itu menuturkan, karpet merah itu benar-benar "gres".
Bahkan, untuk pengadaan tiga gulung karpet itu, si empunya toko yang sudah menutup lapaknya sampai "dipaksa" membuka toko dan memotong karpet. "Bener-bener baru tadi malam. Tokonya sudah tutup dipaksa buka dan potong kain (karpet)," kata petugas itu sambil tertawa.
Informasi kunjungan Presiden beserta rombongan ke pos pengamanan selama Lebaran 2010 ini, menurut sang petugas, baru diterima kemarin sore. Alhasil, segala persiapan pun dilakukan secara mendadak. Sejumlah tenda beruntai kain putih-biru baru dipasang pada malam hari.
"Rumput juga baru dirapikan, dipotong tadi malam," kata petugas itu menambahkan. Ia bersama rekan-rekannya pun harus bekerja mempersiapkan segala sesuatunya hingga pukul 00.00. Pagi hari, sudah harus bersiap lagi.
"Tapi sudah biasa. Karena selama arus mudik ini, banyak pejabat yang mampir ke sini. Hanya, karena ini yang datang Presiden, persiapannya beda, harus sempurna," katanya.
Jumlah volume kendaraan yang melalui pintu tol Cikampek dalam dua hari terakhir mencapai sekitar 30 ribu kendaraan. Arus balik mulai meningkat sejak H+2 ( Senin) mencapai 32.802 kendaraan, H+3 (Selasa) mencapai 31.925 kendaraan, dan H+4 (Rabu) mencapai 32.730 kendaraan.
Presiden meninjau persimpangan Jomin pada pukul 11.00. Seorang petugas mengatakan persimpangan Jomin memang titik rawan kemacetan, akibat penyempitan jalan.
Seorang petugas kemudian mengatakan kepadatan lalu lintas justru terjadi pada sore hingga malam hari. Hingga kemungkinan ketika SBY melakukan peninjauan, kondisi jalan relatif lebih sedikit dilewati kendaraan dibanding sore - malam hari.
"Puncak kendaraan memang biasanya sore hingga malam hari. Malam biasanya macet banget. Kalau pagi tidak akan sepadat malam," kata petugas tersebut.
Dalam peninjauan kali ini, SBY dijadwalkan juga akan didampingi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Selain itu, hadir pula Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang saat ini telah berada di lokasi.
Informasi yang dikumpulkan, Presiden akan meninjau beberapa pos di dua wilayah, yakni Sadang dan Jomin. Perempatan Jomin merupakan perempatan jalur
Presiden akan berangkat dari Kantor Presiden pukul 08.30 WIB. Dia akan didampingi sejumlah menteri terkait, seperti Menteri Perhubungan Freddy Numberi.
Saat menerima dua calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin, Presiden sempat membahas mengenai tambal sulam kemacetan di
Tidak ada komentar:
Posting Komentar