
NUSA DUA BALI, ReALITA Online — Menlu Marty Natalegawa menegaskan kepemimpinan
Namun, kata Menlu di Nusa Dua, Bali, Kamis (2/9),
"Karena yang sedang dipertaruhkan bukan cuma masalah
Natalegawa memimpin delegasi
Menteri Luar Negeri (Menlu) Kerajaan
Pertemuan ketujuh kedua menteri luar negeri itu membahas banyak hal, yang intinya melanjutkan, meningkatkan, dan memperluas spektrum kerja sama kedua negara.
Kerja sama kedua negara dalam kiprah pembangunan di negara ketiga di ASEAN dan negara-negara lain di sekitar kawasan itu, juga menjadi perhatian kedua Menlu. Kinerja dan kemungkinan kiprah dari sektor swasta di dalam kerangka kerja sama kedua negara sangat didorong.
Menurut Natalegawa, sejak ASEAN berdiri hingga kini selalu mengakui dan melihat ke
"Jadi, kalau kita ada masalah dengan anggota lain, harus diselesaikan secara baik karena dunia menoleh pada kita. Apakah kita sama saja dengan yang lain-lain, ikut-ikutan sikut-sikutan, atau sebagai negara yang bisa menyelesaikan permasalahan secara baik," jelasnya.
Menurutnya, bukti dari pengakuan eksistensi kepemimpinan
Hal itu, kata dia, bermakna negara-negara ASEAN melihat ke
"Kepemimpinan kita di ASEAN dimajukan menjadi 2011 dari seharusnya 2013. Masa yang sangat strategis ini jadi tantangan dan bebannya semakin berat untuk kita menunjukkan bahwa kita negara yang mampu menyelesaikan masalah," ujarnya.
Bukan lemah
Natalegawa menepis anggapan sementara kalangan di dalam negeri bahwa menempuh jalur diplomasi formal untuk mengentaskan perselisihan dengan
"Jangan dicampuradukkan seolah dengan menempuh diplomasi itu kita lemah, justru itu menunjukkan kekuatan kita dengan argumentasi yang kuat," katanya.
Pada situasi ini memerlukan kebersamaan sehingga semua pihak merasakan hal sama, atau tidak ada perbedaan sama sekali. Akan tetapi, lanjut dia, semua itu harus dikanalisasi menjadi energi positif.
"Diplomasi bukan bentuk kelemahan, justru kekuatan argumentasi kita. Perbedaan pandangan lumrah, tapi jangan diwujudkan dengan cara yang tidak bersahabat," tegasnya.
Dia menjelaskan beberapa langkah yang dibebankan negara kepada kementerian yang ia pimpin. Agenda perundingan di Kota Kinabalu, Negara Bagian Sabah,
Sudah jadi ketetapan pemerintahan
"Akan tetapi harap diingat, perundingan perbatasan tidak akan cepat,
Menurutnya, diplomasi di semua jajaran susah berjalan dan bukan cuma dilakukan oleh Kemenlu saja. Pada tanggal 6 September akan bertemu di Kota Kinabalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar