Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 07 September 2010

Tersedia 4 Bus Pengangkut Pemudik Bermotor di Jl Lemah Abang Bekasi

BEKASI, ReALITA Online — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyediakan 4 bus setiap harinya di check point yang terletak di Jl Raya Lemah Abang, Kabupaten Bekasi. Bus tersebut untuk mengangkut penumpang bermotor yang melebihi kapasitas.

"Kita mengimbau pemudik yang menggunakan sepeda motor dengan kapasitas berlebih untuk mau memindahkan penumpang dan muatannya ke bus yang sudah kami sediakan," kata Kepala Sub Bagian Check Point Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Adhie Santika kepada wartawan di Jl Raya Lemah Abang, Selasa (7/9).

Adapun mobil yang disediakan yakni 2 unit minibus untuk rute Cirebon, Jawa Barat, dan dua lainnya untuk rute ke Solo, Jawa Tengah. Bus tersebut akan disediakan setiap harinya di lokasi check point tersebut.

Bus tersebut disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya. Bus yang bisa mengangkut 30 orang itu dilengkapi AC dan TV.

"Pemudik yang membawa penumpang berlebih seperti menambah bambu di belakang motor sangat berbahaya untuk keseimbangan kendaraan dan bisa berakibat kecelakaan," jelas Adhie.

Adhie menjelaskan, pihaknya akan melakukan upaya persuasif terlebih dulu dalam menindak pemotor yang bermuatan lebih. "Kita akan sarankan agar anak dan istrinya serta barang bawaannya diangkut bus. Suaminya atau pengemudinya dipersilakan untuk melanjutkan perjalanan dengan motor," ungkapnya.

Namun, jika pemotor tetap memaksakan untuk mudik dengan kondisi muatan yang penuh dan membahayakan, polisi tidak segan-segan untuk menindaknya.

Bus pertama menuju Cirebon telah berangkat pukul 10.45 WIB. Semua kursi terpenuhi. Seorang penumpang bus gratis bernama Titi Uswatun Khasanah (29) yang berangkat dari Tangerang bersama suaminya Masnun (41) serta 2 anaknya yang berusia 3 tahun dan 5 tahun, mengaku senang dengan disediakannya bus tersebut.

"Tadinya saya nggak mau karena takut kemaleman kalau berangkat pukul 14.00 WIB, saya takut nggak ada yang jemput, rumah saya kan ke hutan lagi. Tapi setelah dijanjikan mau berangkat saat penuh, saya akhirnya mau. Saya cukup senang dengan adanya fasilitas ini, jadi saya bisa istirahat dengan nyaman di bus," ujar Titi yang akhirnya diberangkatkan bersama dua anaknya serta penumpang lain sekitar pukul 10.00 WIB. Sedang suaminya meneruskan perjalanan dengan motor seorang diri. detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar