Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 27 Oktober 2010

Penyertaan Modal Rp 2,365 Miliar di Tiga Perusahan Daerah Raib

KARAWANG, ReALITA Online — Hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat menemukan investasi permanen Pemkab Karawang pada tiga perusaahan daerah tidak memberi manfaat pendapatan. Selain itu, bahkan berpotensi kehilangan dana penyertaan modal sebesar Rp 2,365 miliar.

Dalam rancangan perhitungan APBD Kabupaten Karawang tahun anggaran 2008 tercatat investasi permanen sebesar Rp.28.681.800.645. Investasi tersebut di antaranya adalah penyertaan modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Provinsi Jawa Barat, kepada tiga perusahaan daerah, yaitu PD Aneka Jasa dan Perdagangan Persada Karawang sebesar Rp 705.000.000, PD Petrogas Persada Karawang Rp 955.000.000 dan PD Agro Persada Karawang sebesar Rp 705.000.000.

Ketiga perusahaan daerah tersebut dibentuk tahun 2003 berdasarkan peraturan daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2003 tentang pembentukan Perusahaan Daerah Aneka Jasa dan Perdagangan Persada Karawang. Dan Perda Nomor 12 Tahun 2003 tentang pembentukan Perusahaan Daerah Petrogas Persada Karawang.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam laporannya menyebutkan berdasarkan hasil konfirmasi dengan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Karawang bahwa PD Agro Persada Karawang dan PD Aneka Jasa dan Perdagangan Persada Karawang sempat beroperasi, namun kemudian tidak menunjukkan aktivitas operasi lagi.

Pada tahun 2006 kedua perusahaan tersebut digabung menjadi PT Aneka Jasa Sarana (PT AJS) berdasarkan Keputusan Bupati Karawang Nomor 539/Kep.442-Huk/2006 dengan Akte Notaris Hj Ida Rosida Nomor 36 tanggal 27 Desember 2006. Namun setelah penggabungan kedua perusahaan tersebut menjadi PT AJS tidak diketahui keberadaannya, baik kantor perusahaan daerah maupun pimpinan atau pegawai perusahaan tersebut.

Sedangkan laporan keuangan PD Petrogas Persada Karawang tahun 2008 berdasarkan hasil konfirmasi BPK dengan pimpinan perusahaan tersebut diperoleh keterangan sejak tahun 2005 sampai tahun 2008 perusahaan mengalami kerugian. Sementara laporan keuangan PD Petrogas Persada Karawang tahun 2008 tidak menunjukkan adanya penjualan dari aktivitas operasional perusahaan tersebut.

Berdasarkan dokumen yang mendukung keadaan terakhir PD Agro Persada Karawang dan PD Aneka Jasa dan Perdagangan Persada adalah hasil pemeriksaan Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Pemerintah Kabupaten Karawang Nomor 790/26/LHP/D.II/Bawasda tanggal 5 April 2007 bahwa sejak April 2006 sudah tidak melakukan aktivitas usaha. Sedangkan laporan laba rugi PD Agro Persada Karawang per 31 Desember 2006 tercatat rugi sebesar Rp.317.329.917.

Karena itu, BPK menyimpulkan keadaan tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 71 ayat (5).

Berkaitan dengan hal tersebut mengakibatkan Pemkab Karawang tidak memperoleh manfaat dari investasi permanen pada tiga perusahaan daerah tersebut dan berpotensi kehilangan dana penyertaan modal sebesar Rp.2.365.000.000.

Sementara itu, Drs Azis Kepala Bagian Perekonomian (Kabag) Setda Pemkab Karawang ketika dikonfirmasi, Senin (25/10/2010), di ruang kerjanya, membenarkan hasil pemeriksaan BPK itu.

Dia mengatakan berdasarkan pengakuan pimpinan tiga perusahaan daerah tersebut bahwa investasi sebesar tersebut habis untuk menggaji karyawannya. Menurut dia, pembentukan ketiga perusahan tersebut, dirinya belum menjabat Kabag.

Menurutnya, PD Petrogas mau dihidupkan kembali, begitu juga PD Aneka Jasa dan Perdagangan Persada dan PD Agro Persada mau disatukan menjadi satu perusahaan. ”Karena itu tidak perlu surat ketetapan pailit dari pengadilan negeri,” ujarnya. esi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar