Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 29 Oktober 2010

Waspadai, Penipuan Berkedok Kredit Lunak

TASIKMALAYA, ReALITA Online Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya mengimbau warga agar waspada terhadap orang yang mengaku bisa mencairkan kredit lunak tanpa agunan. Peringatan ini dikeluarkan menyusul tertipunya puluhan warga di tiga kecamatan yakni Kecamatan Ciawi, Jamanis, dan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, oleh karyawan bank gadungan yang mengaku bisa mencairkan kredit lunak tanpa agunan.

Pelaku mengaku sebagai karyawan bank pelat merah milik pemerintah. Pelaku melengkapi diri dengan id card serta selalu mengendarai Honda Revo. Kepada korbannya, pelaku memungut uang sebesar Rp 100 ribu, dengan dalih untuk membuka rekening.

Iwan, 30 tahun, seorang korban warga Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, Ahad (24/10), mengatakan dalam setiap aksinya pelaku mengaku bisa membantu warga untuk mencairkan kredit lunak tanpa agunan. Program tersebut diklaimnya sebagai program pemerintah untuk meningkatkan ekonomi rakyat.

Dengan hanya menyerahkan fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan rekening pembayaran listrik terakhir, warga dijanjikan akan mendapatkan kredit sebesar Rp 5-10 juta dalam tempo satu minggu. Warga pun tidak keberatan harus mengeluarkan uang Rp 100 ribu. “Tentu banyak warga yang tertarik, termasuk saya sendiri,” ujarnya.

Namun anehnya, kata Iwan, setelah warga menyerahkan seluruh persyaratan, termasuk uang untuk membuka rekening sebesar Rp 100 ribu serta menunggu hingga dua pekan, oknum tersebut tidak penah menampakan batang hidungnya. Hingga warga pun sadar telah menjadi korban penipuan.

Menurut Ujang, 60 tahun, warga lainnya, diduga korban yang tertipu tidak hanya warga Kecamatan Jamanis saja, tapi juga warga Kecamatan Ciawi dan Pagerageung. Tidak menutup kemungkinan juga warga lainnya di kecamatan lain di wilayah Tasikmalaya bagian utara.

Kepala Bagian Operasi Polresta Tasikmalaya, Komisaris Yono Kusyono, mengatakan lembaganya hingga kini belum menerima adanya laporan warga. “Sejauh ini belum ada warga yang mengadu. Kita siap menerima pengaduan mereka,” katanya.

Yono mengimbau agar warga lainnya waspada terhadap oknum yang mengaku mampu memberikan pencairan program pemerintah. Warga jangan langsung percaya ketika mereka meminta uang terlebih dahulu. “Bisa saja oknum tersebut masih gentayangan,” ujarnya.

“Jika ada petugas seperti itu, tanyai dulu identitasnya. Kalau merasa curiga segera lapor polisi.” tempointeraktif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar