BANDUNG, ReALITA Online — M Dhita Nur Fikri (22) alias Bocik, berencana memboyong Nova ke rumah orang tuanya di Bekasi. Sepasang kekasih itu bermaksud menyampaikan persoalan yang mereka alami. Nova diketahui kini berbadan dua.Hal tersebut dituturkan Nova (20) saat ditemui wartawan di Mapolsek Sukasari, Jalan Gegerkalong, Kota Bandung. Fikry sempat beberapa kali menelepon dan kirim SMS ke Nova via ponsel untuk berangkat dari kosan mahasiswa Institut Manajemen Telkom itu.
"Tadi jam tujuh lebih, Fikry nelepon dan SMS saya. Dia mau ngajak ke Bekasi untuk ngomongin masalah kami berdua. Fikry mau bicara sama orang tuanya," ujar wanita berambut panjang itu.
Nova menuturkan, awalnya Fikry semalam janjian berangkat ke Bekasi melaui Stasiun Kereta Api Bandung. Tapi tadi pagi, lanjut Nova, kekasihnya tersebut malah memintanya untuk bertemu di kosannya di Jalan Cilandak No.40, RT 2 RW 2, Kel. Sukajadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Minggu (2/1/2011).
"Fikry nelepon supaya saya datang ke kosannya. Ia ingin berangkat bareng. Akhirnya saya turuti," ungkap Nova.
Tiba sekitar pukul 09.00 WIB, Nova pun beranjak ke lantai dua tempat kamar kos Fikry. Di kamar bernomor tujuh itu, Nova melihat pintu kamar tertutup.
"Pintu saya buka dalam kondisi tidak terkunci. Saya langsung lihat arah kasur, tapi Fikry enggak ada. Lalu saya menoleh ke sekitar ruangan kamar dan melihat Fikry sudah tergantung," tutur Nova.
Seketika Nova yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) ini shock. Ia berteriak minta tolong dan terdengar penghuni kos lain.
"Selama setahun lebih saya berpacaran. Kalau ketemuannya enggak tentu. Kadang saya menemani Fikry kalau lagi main futsal," urainya sembari menitikan air mata.
Bocik diduga kuat gantung diri karena cemas setelah mengetahui pacarnya hamil. Ia bingung menyampaikan hal itu kedua orangtuanya.
Korban Tinggalkan Dua Buah Surat untuk Orangtua dan Sang Pacar
Polisi menemukan dua lembar kertas surat wasiat di kamar kos M Dhita Nur Fikry (22), Mahasiswa Institut Manajeman Telkom (IMT), yang tewas gantung diri. Dua surat yang bertandatangan dan dinamai Fikry itu ditulis tangan menggunakan pulpen bertinta hitam.
"Hasil identifikasi di lokasi kejadian, dua surat wasiat itu ditemukan di meja belajar yang berada di dalam kamar kos," ujar Kanitreskrim Polsek Sukasari Iptu Mubarok di Mapolsek Sukasari, Minggu (2/1).
Surat pertama yang ditulis di selembar kertas HVS ditunjukkan buat orang tua korban. Sementara satu surat yang ditulis pada selembar kertas polio dibuat Fikry untuk sang kekasih yakni Nova.
"Adanya surat itu berarti korban sudah merencanakan mengakhiri hidupnya," papar Mubarok sambil menambahkan selain dua surat wasiat tadi, barang bukti diamankan yakni kabel yang terlilit di leher korban.
Surat pertama ditulis tangan pakai pulpen hitam di kertas HVS, berikut isinya:
Pah mah maafin fikry. fikry ngga kuat lagi. Sebelumnya makasih yah pa mah udah ngebesarin fikry. fikry ngga tau harus ngelakuin apa lagi!!.
fikry pusing, cape, lemes. fikry sayang mama sama papa, nanda, sama indah, dengan ini fikry yakin kok si nanda bisa papah andalin. Karena fikry ngga bisa diandalin.
Papah sama mamah ngga usah nangis. Karena fikry pengen liat mama sama papah tersenyum. Maaf kalo ini jalan fikry ambil karena dengan gini semua bisa selesai.
fikry udah ngga tahan. Papah sama mamah harus bisa terima ini semua, jangan menyalahkan siapapun. Karena ini kemauan fikry.
Di bagian bawah surat, dibubuhi tanda tangan dan nama Fikry.
Sementara surat kedua ditulis tangan pakai pulpen hitam di kertas polio. Surat ini ditujukan untuk kekasihnya.
Buat Nova. Aku sayang kamu, Aku sayang kamu, Aku sayang kamu, Aku sayang kamu, Aku sayang kamu.
Maafkan aku karena aku telah mengambil keputusan seperti ini. Makasih yah udah ngebuat hidup aku lebih berwarna. Maaf aku pergi ninggalin kamu, tetapi aku selalu ada di sisi kamu.
Aku kangen kamu, makasih udah buat aku senang di malam terakhir aku. Cuma kamu yg bisa ngertiin aku. Dengan gini aku pikir semua selesai dan kamu bisa berubah pikiran.
Aku ngga akan pernah ninggalin kamu kemana-mana. Kamu jangan sedih ya. Jangan nangis lagi. Kalo kamu nangis nanti ngga cantik lagi, ngga seksi lagi. Yah sayang, jangan nangis lagi.
Ayah belom hubungi papa dan mama aku. Aku minta tlng hubungin mereka. Aku sayang kamu, aku pergi dulu yah. Jangan lupa juga hubungin mama papa kamu ok. Aku jalan dulu, aku pergi dulu. Aku sayang kamu. Luph u. detik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar