Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 27 Mei 2011

50 Truk Siap Lakukan Aksi Mogok di Jalan Tol

BEKASI, ReALITA Online — Dewan Perwakilan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kota Bekasi,Jawa Barat, memastikan aksi mogok di jalan tol hari Jumat, (27/5), yang akan diikuti sedikitnya 50 truk. Aksi akan dimulai pukul 6.00 WIB dengan cara menelantarkan truk tak jauh dari gerbang tol Cikunir.

Menurut Ketua DPC Organda Kota Bekasi, Indra Hermawan, armada yang dilibatkan merupakan truk tanpa muatan. Itu pun yang tak sedang beroperasi.

"Ini merupakan aksi keprihatinan awak angkutan berat atas arogansi pemerintah DKI Jakarta yang tak bergeming dengan keberatan pengemudi atas kebijakan pembatasan waktu melintas di tol dalam kota. Kami pun tak menginginkan aksi ini terjadi, tapi mau bagaimana lagi," tuturnya, Kamis (26/5).

Dia mengatakan, pertimbangan menyertakan truk tanpa muatan adalah demi alasan keamanan. Jika truk yang ditelantarkan di jalan tol mengangkut barang, dikhawatirkan akan mengundang aksi kriminalitas. Lagipula, karena belum tahu aksi akan berlangsung berapa lama, takutnya akan mengganggu operasional pengiriman jika truk yang beraksi mengangkut muatan.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bekasi Erwin seperti dikutip PRLM mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi seputar rencana aksi tersebut. Meski demikian, koordinasi dengan kepolisian ia akan dilakukan.

"Pasalnya, waktu aksi merupakan saat-saat puncak pergerakan warga Bekasi menuju Jakart a. Tentu kami perlu mengantisipasi jika aksi benar-benar terjadi, limpahan kendaraan akan meluber hingga keluar tol," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Keselamatan Lalu Lintas Ikhwanudin Rahmat memprediksi limpahan kendaraan akan terjadi selepas gerbang tol barat sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, dan Jalan Sultan Agung.Limpahan kendaraan dari gerbang tol timur akan terjadi sepanjang Jalan Joyomartono dan Jalan Juanda.

Menurut Ikhwanudin, 60 personel Dishub siap diterjunkan untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi. Satu unit mobil derek pun siap dipergunakan. "Kalau dibutuhkan dan dimintai bantuan, mobil derek kami bisa dioperasikan," katanya.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, memetakan empat jalur lintasan kendaraan di wilayah setempat yang rawan kemacetan untuk mengantisipasi pemblokiran jalan tol oleh pengemudi angkutan barang khusus.

Ini aksi keprihatinan awak angkutan berat atas arogansi Pemerintah DKI Jakarta yang tak bergeming dengan keberatan pengemudi atas kebijakan pembatasan waktu melintas di tol dalam kota. Kami tak menginginkan aksi ini terjadi, tapi mau bagaimana lagi.

Antisipasi Hindari Gangguan Lalulintas

Ikhwanudin Rahmat mengatakan, langkah antisipasi penting dilakukan guna menghindari gangguan lalu lintas.

"Saya belum menerima kabar secara resmi adanya agenda aksi tersebut. Namun, yang saya tahu aksi itu akan difokuskan di sejumlah akses masuk tol dengan cara pengendaranya menelantarkan kendaraannya di tol sehingga berpotensi menyumbat kendaraan lain. Upaya antisipasi tetap penting dilakukan," ujarnya.

Dia menyebutkkan, terdapat empat ruas jalan yang menghubungkan Kota Bekasi menuju Jakarta.Di arah selatan terdapat tol lingkar luar Jakarta (JORR), di Komsen, Jati Asih, Cikunir, dan Pondok Gede.

Dari arah barat terdapat pintu tol Bekasi Barat di Jalan Raya Ahmad Yani, Bekasi Barat. Sementara itu, dari arah timur terdapat pintu tol timur di Jalan Jayomartono.

Bila aksi penelantaran kendaraan itu dilakukan di pintu tol Cikunir, kata dia, dipastikan ruas jalan Cikunir-KH Noer Alie, Bekasi Selatan, tersumbat. Sebab, arus kendaraan akan meluap akibat sumbatan itu.

Kondisi serupa diperkirakan juga terjadi di Jalan Raya Ahmad Yani-Soedirman-Sultan Agung bila terjadi penyumbatan di akses tol Bekasi Barat. Sementara Jalan Raya Jatiwaringin juga berpotensi macet bila terjadi sumbatan di pintu tol Cikunir.

"Pertimbangan menyertakan truk tanpa muatan ialah demi alasan keamanan. Jika truk yang ditelantarkan di jalan tol mengangkut barang, dikhawatirkan akan mengundang aksi kriminalitas," katanya. RO,PRLM, kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar