MEDAN, ReALITA Online — Pasca penggerebekan petugas Polda Metro Jaya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tanjung Gusta Medan, kini hanya meninggalkan aib bagi para warga binaan maupun bagi para petugas di lembaga pemasyarakatan tersebut. Pasalnya berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, kegagalan petugas dari Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu dalam mengungkap kasus jaringan peredaran narkoba. Selain tidak terbukti juga telah membuat petugas Lapas menjadi malu dan merasa sedih kalau tempat bekerjanya telah dituduh jadi sarang peredaran jaringan narkoba antar provinsi.
Kekecewaan penggerebekan yang dilakukan Polda Metro Jaya itu juga diungkapkan oleh salah seorang warga yang berdomisili di sekitar Lapas Wanita Tanjung Gusta Medan. Dimana pria yang tidak mau menyebutkan identitas itupun mengatakan, gara-gara penggerebekan itu ada beberapa petugas Lapas yang merasa malu dan semangat kerjanya menjadi menurun.
“Memang ada beberapa petugas yang kecewa atas penggerebekan tersebut. Maklumlah mereka yang bertugas di Lapas itukan mayoritas wanita, “ aku pria berusia 45 tahun yang tinggal di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Medan ketika ditanya tentang kabar penggerebekan Lapas Wanita oleh Polda Metro Jaya.
Sementara itu Kalapas Wanita Tanjung Gusta Medan, Yuhelly ketika dikonfirmasi Waspada Online, malam ini, mengenai penggerebekan di lapas yang dipimpinnya, mengakui ada penggerebekan itu. “Memang Lapas kita pernah digerebek petugas dari Polda Metro Jaya.” Terang Yuhellly, malam ini.
Diterangkan, kedatangan sejumlah petugas dari Polda Metro Jaya untuk menggerebek Lapas Wanita tidak lain hanya untuk menggulung jaringan sindikat narkoba yang diduga dikendalikan oleh warga binaan di lapas wanita ini. Dimana tindakan penggerebekan itu menurut petugas kata Yuhelly, berdasarkan hasil pengakuan dari tersangka Antonius Cs yang berhasil ditangkap dari kawasan Jakarta dengan keterlibatan narkoba jenis shabu-shabu.
Dalam pengakuan tersangka Antonius, kalau narkoba yang dimilikinya itu diperoleh dari seorang warga binaan yang ditahan Lapas Wanita Medan, yakni Undri Asis (41) warga Binjai. Bukan itu saja, kabarnya Undri inilah yang mengendalikan peredaran narkoba melalui dalam lapas. Kemudian, petugas Polda Metro Jaya yang terlalu percaya pengakuan Antonius Cs ini langsung menggeledah dan memeriksa Undri di Lapas wanita tersebut.
Aksi penggerebekan ini sempat membuat sejumlah warga binaan yang lain merasa heran--termasuk juga dengan petugas lapas tersebut. Setelah menggeledah dan tidak menemukan barang bukti yang dicari petugas dari Polda Metro Jaya inipun, tidak mau kehabisan akal dan menggeledah semua ruangan/kamar tahanan yang ada di lapas wanita itu.
Lantaran tidak menemukan barang bukti yang dicari oleh petugas Polda Metro Jaya ini, pergi dengan tangan kosong, meninggalkan Lapas wanita. “Memang mereka sempat menggeledah semuanya, tetapi tidak terbukti lalu petugas polisi ini pun pulang,” aku Yuhelly. Waspada online
Tidak ada komentar:
Posting Komentar