Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 10 November 2011

Anggota Sudah 'Digaji' Freeport, Polri Tak Beri Uang Operasi

JAKARTA, ReALITA Online — Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution mengatakan pihaknya tak perlu lagi memberikan dana operasional kepada anggotanya untuk mengamankan PT Freeport Indonesia. Kenapa?

Menurut Saud, dalam Keputusan Kapolri no 736 tahun 2005 diatur teknis pengamanan obyek vital nasional. Termasuk dukungan anggaran terhadap pengamanan obyek vitnas dibebankan pada obyek vital nasional itu sendiri.

"Artinya, Polri tidak boleh memberikan dana operasi kepada petugas Polri yang ditugaskan ke sana karena sudah ada anggarannya (dari objek vital)," terang Saud di mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (9/11/2011).

Menurutnya, PT Freeport Indonesia secara sukarela memberi dukungan langsung kepada petugas di lapangan berupa sarana dan prasaran, logistik, transport dan tunjangan administrasi lain. Itu dilakukan mengingat kondisi lokasi perusahaan yang sulit.

"Info yang kami terima dari Polda Papua, polisi menerima Rp 1.250.000 per bulan sebagai tunjangan. Kalau dihitung-hitung itu masih kecil karena itu sekitar Rp 40 ribu per hari," imbuhnya. detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar