KARAWANG, ReALITA Online — Dimana ada gula, disitu ada semut. Bagi warga desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa barat, Sea Games XXVI 2011 adalah momentum mencari keuntungan tambahan terutama dalam hal pernak-pernik Sea Games.Tanpa komando atau arahan dari panitia Sea Games, mereka langsung pasang ancang-ancang membuka lapak.
Setiap lapak yang didirikan berukuran 2x2 meter. Mereka menjajakan kaos-kaos bertemakan Sea Games, syal, topi, boneka Modo dan Modi serta pernak-pernik lain. Hanya beberapa stan yang menjual makanan dan minuman. Namun, minat warga untuk membeli pernak-pernik Sea Games belum begitu besar.
Kang Emen misalnya yang mengaku sudah dua hari ia berjualan tapi. "Belum laku nih mas, paling satu-dua. Tapi lihat-lihat saja sih banyak. Mungkin karena belum dibuka secara resmi, jadi masyarakat belum ‘ngeuh," kata dia.
Emen menjual kaos bertemakan Sea Games seharga Rp30-Rp90 ribu per kaos. "Ya, mudah-mudahan, saat kompetisi dimulai barang dagangan saya mungkin bakal laris manis," harapnya.
Sementara itu, tak jauh dari lapak Kang Emen, ada tanah kosong yang membelakangi gudang penyimpanan perahu tim-tim yang bakal berlaga pada cabang olahraga dayung. Tanah kosong ini berukuran 5x10 meter.
Oleh pemiliknya, tanah itu disewakan. "Lumayan mas, buat tambah-tambah," ungkap Kang Deni, Kamis (10/11).
Deni memaparkan tarif yang dikenakan kepada warga yang berminat, berkisar antara 3-4 juta rupiah. Waktu sewa mulai dari 11 November-22 November, atau tepat Sea Games berakhir. "Hingga kini, belum ada yang berminat. Tapi sudah ada warga yang tanya-tanya soal sewa," kata dia.
Dari pantauan, sejumah stan yang dibangun belum menarik minat masyarakat. Hanya segelintir warga yang menyambangi stan. Itupun hanya sekedar melihat-lihat. republika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar