Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 02 November 2011

Karawang Tetap Pertahankan Predikat “Lumbung Padi”

KARAWANG, ReALITA Online — Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mempelopori dan menggelar sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Karawang, di alam Kreasi Karawang, Rabu (2/11). Acara ini merupakan upaya menyamakan persepsi serta langkah mewujudkan hubungan yang serasi ke arah kemajuan yang lebih baik dari sebelumnya meningkatkan kapasitas penyuluhan.

Bupati Karawang, Drs. H. Ade Swara, M.Hum membuka acara dan menegaskan, Kabupaten Karawang masih tetap mempertahankan sebutan sebagai “Kota Lumbung Padi” dengan luas sawah teknis 97.529 hektare.

“Sehingga pada tahun 2011 ini menghasilkan produksi beras sebesar 1.352.515 ton gabah kering panen (GKP). Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Karawang saat ini, surplus beras 479.504 ton,” ucapnya.

Karena itu, bupati berharap melalui kegiatan sarasehan ini, kapasitas kepengurusan kelembagaan tani yang ada hendaknya berperan lebih aktif lagi. Sehingga program-program pemerintah akan lebih mudah diterapkan dan dilaksanakan secara efektif.

Ia pun meminta, infrastruktur yang sudah tersedia supaya dipelihara dengan baik. Dan pemerintah daerah, tandas dia, akan tetap berusaha membangun dan meningkatkan infrastruktur di Kabupaten Karawang.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, dan Kehutanan (BP4K), Kadarisma mengatakan, kegiatan sarasehan ini digelar rutin di tingkat kabupaten maupun kecamatan.Karena mengingat sarasehan ini di samping sebagai media silaturahmi, juga sebagai ajang merencanakan program-program prioritas serta tersusunnya rencana kerja KTNA ke depan selaras dengan visi Pembangunan Kabupaten Karawang.

Kadar juga menginformasikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 160 orang, terdiri dari unsur kepengurusan di tingkat kecamatan. Pada tahun 2011 ini, pihaknya sudah membentuk Pusat Pelatihan Petani Swadaya (P4S) bertujuan memberikan pelatihan-pelatihan guna memberikan wawasan demi pembangunan di Kabupaten Karawang. Di antaranya, P4S Jatisari budidaya jamur merang, Kutawaluta ternak itik dan sudah mendapatkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, BP4K memberikan penghargaan berupa uang kepada beberapa kelompok tani berpresati. Yaitu Kelompok Mekar Tani, Kuta Gandok, Kecamatan Kutawaluya usaha ternak itik sebesar Rp. 3,5 juta, Kelompok Saluyu, Jatisari budidaya jamur merang sebesar Rp. 2,5 juta dan Kelompok Laksana Pasir Mulya beternak domba sebesar Rp. 1,5 juta. Cie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar