Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 11 November 2011

Menkes:Balita di Bekasi Meninggal Karena Infeksi Otak

JAKARTA, ReALITA Online — Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan dua balita di Bekasi yang meninggal setelah menerima imunisasi campak dan polio, disebabkan oleh penyakit infeksi otak yang mereka derita dan bukan karena proses imunisasi.

"Sudah ada penjelasan dari Tim KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) dan dipastikan keduanya meninggal karena ada infeksi di otak mereka," ujar Endang di Jakarta, Kamis (10/11/2011).

Kedua hal itu disebut Menkes kebetulan terjadi di saat yang bersamaan, sehingga sempat muncul anggapan bahwa imunisasilah yang membunuh kedua balita.

Akan tetapi, hasil temuan tim KIPI menyatakan bahwa infeksi otak merupakan penyebab kematian kedua balita tersebut. Kedua balita tersebut, yaitu Hanif M Husnaya, (3) dan Isma Nur Fauziyah,(3).

Mengikuti program bulan Imunisasi tambahan polio dan campak tahap III yang digelar Kementerian Kesehatan di 17 provinsi dan meninggal beberapa hari kemudian.

Menkes menyebut memang tidak dilakukan pemeriksaan sebelum diberikan vaksin imunisasi sehingga penyakit itu tidak terdeteksi oleh petugas kesehatan.

"Untuk pemeriksaan cuma dilihat apakah anak itu terlihat sakit, kalau terlihat sakit ya imunisasinya ditunda," ujarnya.

Namun Menkes memastikan bahwa imunisasi yang dilakukan sudah terbukti keamanannya dan sangat penting untuk diberikan sebagai langkah pencegahan bagi penyakit-penyakit berbahaya yang telah ditemukan vaksinnya.

Meninggalnya kedua bayi itu setelah menerima imunisasi menimbulkan pertanyaan beberapa pihak, sehingga kemudian dilakukan penelitian. ANT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar