KARAWANG, ReALITA Online — Puluhan ribu rumah warga miskin di pedesaan Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang,Jawa Barat, hingga kini belum mendapat bantuan program listrik masuk desa (Lisdes). Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karawang, Hanafi, mengakui bahwa rumah yang belum teraliri listrik masih banyak. Dan mereka adalah mayorita warga miskin yang tidak mampu untuk memasangnya.
Menurut Hanafi,hampir dua tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mencananka Program Lisdes untuk membatu warga meski. Namun belum siginifikan karena keterbatas anggaran
Ia menjelaskan alokasi bantuan pemasangan Lisdes setiap tahunnya hanya 45 rumah di satu desa setiap kecamatan. “Dalam satu tahun bias lebih dari 40.000 pemohon meminta supaya rumahnya dapat dipasang listrik,” ujarnya.
Tahun lalu, Pemkab Karawang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk Lisdes di 22 kecamatan dari 30 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang. Sedangkan sisanya 8 kecamatan sumber anggarannya dari Pemprov Jawa Barat. “Untuk tahun ini alokasi anggarannya hanya Rp 1.250.000.000, menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Jumlah alokasi anggaran, kata dia lebih lanjut, hanya mampu membantu 1.000 sambungan. Menurutnya, untuk mecapai target menjadikan Kabupaten Karawang bebas dari kegelapan dibutuhkan waktu 40 tahun.
Penyebabnya selain karena faktor anggaran, faktor lain seperti ketersediaan daya tekanan listrik yang ada--juga menjadi salah satu penyebab belum tersambungnya aliran listrik ke rumah-rumah warga yang memohon.
Beberapa warga Telukjambe Timur, Pangkalan dan Tegalwaru mengakui jauh tertingal dengan warga desa lainnya yang berada di wilayah Utara, Timur dan Barat Karawang.Padahal Tegalwaru dan Pangkalan, ujar Ahmad, dekat dengan kawasan industri. cie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar