![]() |
| pedagang durian |
KARAWANG,
REALITA Online —
Para pedagang durian lokal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, "menjamur"
di sejumlah titik wilayah perkotaan Karawang selama musim hujan.
"Sejak
beberapa pekan lalu perkebunan milik warga di wilayah Tegalwaru sudah mulai
panen. Jadi sekarang masih dijual-belikan," kata Beni, seorang penjual
durian lokal yang membuka lapak di jalan AR Hakim, Karawang, Selasa (31/01).
Menurut
dia, selama musim durian kali ini dirinya mengaku mampu meraup untung jutaan
rupiah selama sehari. Dalam sehari sekitar 500-600 butir durian bisa terjual.
Ia
mengaku menjual tidak hanya menjual durian lokal, tetapi juga menjual durian
dari Kalimantan. Tetapi durian yang laku terjual justru durian lokal asal
Tegalwaru, Karawang.
Menurut
dia, yang membedakan antara durian lokal Karawang dengan durian Kalimantan
ialah dari rasa dan tekstur daging durian.
Dari
warnanya, kata Beni, durian lokal berwarna kekuning-kuningan dengan tekstur
kulit lembut dan rasanya manis. Sedangkan durian kalimantan dari warna
dagingnya berwarna orange dan rasanya juga manis.
Pedagang
durian lokal lainnya, Bakri, mengaku bisa menjual sekitar 400-500 butir durian
per hari.
"Omsetnya
lumayan, minimal bisa mengantongi uang sekitar Rp2-3 juta per hari. Tetapi
keuntungan itu tidak semua dikantongi, termasuk untuk membeli kembali durian
yang dipanen," katanya.
Para
pedagang durian lokal Karawang yang berada di sejumlah titik wilayah perkotaan
Karawang membuka lapaknya dengan menggunakan kendaraan bak terbuka. ANT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar