![]() |
| Kartu Commuter Electronic Ticket |
BEKASI,
REALITA Online — Penggunaan
kartu Commuter Electronic Ticket (Commet) sebagai pengganti Kartu Trayek
Bulanan (KTB) dan Kartu Langganan Sekolah (KLS) masih membingungkan penumpang
KA di Stasiun Bekasi.
Mereka
mengeluhkan penerapan kartu Commet ini membingungkan karena kurangnya
sosialisasi yang dilakukan PT KAI maupun pihak stasiun.
Susilowati
(25), misalnya, warga perumahan Wisma Asri Bekasi Utara ini mengaku bingung
dengan penggunaan kartu Commet. ”Petugasnya tidak menerangkan secara rinci
penggunaan kartu ini. Mendingan beli karcis biasa saja,” ungkap wanita yang
bekerja di bilangan Jakarta Utara.
Penuturan
serupa disampaikan Yogi Ginanjar (29). Sejak dua bulan terakhir warga perumahan
Wismajaya Bekasi Timur Kota Bekasi ini bekerja di Jakarta dan menggunakan KRL
sebagai alat transportasi.
Yogi
mengaku, telah mengetahui rencana penerapan Commet melalui spanduk-spanduk yang
terpasang di sejumlah stasiun dan pemberitaan di media massa. ”Saya belum paham
bagaimana cara memiliki kartu Commet. Apakah ada persyaratan administrasi atau
tidak,” katanya.
Pria
yang bekerja di sebuah bank swasta ini berharap PT KAI melakukan sosialisasi
lebih intens agar pengguna KRL yang baru, seperti dirinya, memahami cara
mendapatkan dan mekanisme pemakaian kartu Commet.
Terpisah,
Kepala Stasiun Besar Bekasi Eman Sulaeman mengatakan, tiket elektronik
diluncurkan untuk memberi kenyamanan pada penumpang. ”Calon penumpang tidak
harus ke loket. Dia bisa langsung naik dan tiket ditempelin di situ,” tuturnya
sembari menunjukan pintu elektronik.
Di
Stasiun Bekasi, kata Eman, hingga saat ini sudah sekitar 800 kartu yang
dikeluarkan. Untuk membeli tiket elektronik para penumpang cukup menyerahkan
fotokopi KTP dan membayar uang Rp258 ribu.
’’Kami
disini juga terus melakukan sosialisasi sebagai upaya penerapan kartu comet
yang akan diterapkan April mendatang. Sementara untuk bulan februari dan maret
penerapannya masih sama seperti KTB dan KLS, cuma kartunya saja yang berbeda,”
tandasnya. JPNN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar