Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 22 Mei 2012

57 Desa di Karawang Katagori Endemis DBD


KARAWANG, ReALITA Online — Sedikitmya 57 desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kategori endemis demam berdarah dengue dan 193 desa berpotensi endemis, kata Programer Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Dinas Kesehatan Karawang Dadang Wahyudin.
Dadang menyampaikan kondisi tersebut saat Pelatihan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk lima desa se-Kecamatan Telukjambe Timur dan Kecamatan Telukjambe Barat yang digelar oleh Kawasan Industri Karawang International Industrial City) dan Dinas Kesehatan setempat di Karawang, Senin (21/5/2012).
Menurut dia, penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) di berbagai daerah di Kabupaten Karawang, cukup tinggi sehingga perlu penanggulangan dan kewaspadaan dini.
"Selama tahun ini saja, penderita DBD di Karawang sudah 180 orang dan tiga orang di antaranya meninggal dunia," ujar Dadang.
berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, seluruh wilayah di Karawang mempunyai resiko terjangkit penyakit DBD.
Dari 309 desa di Karawang, sebanyak 57 desa endemis DBD, sebanyak 193 desa berpotensi endemis, dan hanya 59 desa di Karawang kini masih bebas DBD.
Menurut dia, di antara bentuk penanggulangan penyakit DBD yang harus dilakukan dengan menyelidiki epidemiologi, melakukan penyuluhan serta pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup dan mengubur. Kemudian pemberian serbuk abate pada tempat penampungan air, fogging, dan lain-lain.
Berbagai kegiatan pelatihan terhadap Kader Jumantik,ia nilai, bagian dari kewaspadaan penyebaran DBD di Karawang. Kader Jumantik itu sendiri merupakan juru pemantau jentik yang membantu Puskesmas dalam kegiatan pengendalian vektor nyamuk penyakit DBD.
Setelah selesai pelatihan, para kader Jumantik diharapkan mampu memahami penyebab, cara penularan, pertolongan pertama dan cara pencegahan serta pemberantasan penyakit DBD.
Dalam tugasnya, setiap kader Jumantik harus melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga, melakukan pemeriksaan jentik, mencatat pemeriksaan jentik dan melakukan penyuluhan kelompok. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar