![]() |
| tabung gas elpiji 3 kg |
INDRAMAYU,
ReALITA Online —
Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg terus terjadi. Jika pun ada, harganya Rp 20
ribu per tabung. Masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan Indramayu –
Subang harus mencari elpiji hingga ke Subang.
Firman warga
Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, mengatakan, kesulitan mendapatkan
gas elpiji tersebut terjadi sejak sebulan lalu. Bahkan, seminggu terakhir,
tidak ada satu pun kios dan warung di daerahnya yang memiliki stok gas elpiji. “Sudah
muter-muter, tapi gas elpiji 3 kg kosong,’’ ungkap Firman, Selasa (15/5).’
Dia pun mendapat
informasi bahwa pasokan gas elpiji di Kabupaten Subang cukup banyak. Karena
itu, Firman akhirnya terpaksa pergi ke kabupaten tetangga itu hanya untuk
membeli gas elpiji. “Bukan cuma saya, tapi banyak warga di sini juga nyari gas
elpiji hingga Subang,’’ kata dia.
Kesulitan mendapat
pasokan gas elpiji, juga dialami warga Desa Patrol Baru, Kecamatan Patrol.
Salah satunya, Halimah, mengatakan, tidak bisa memasak karena gas elpiji di
rumahnya habis. Akibatnya, ia selalu membeli makanan matang untuk keluarganya
sehari-hari.
Halimah
menjelaskan, sangat sulit mendapatkan gas elpiji. Jikapun ada, harganya
mencapai Rp 20.000 per tabung. Padahal, dalam kondisi normal, harganya hanya sekitar
Rp 15.000 - Rp 16.000 per tabung. “Itu pun dapatnya rebutan,’’ katanya.
Sebelumnya,
kelangkaan gas elpiji juga dialami warga di berbagai desa di Kecamatan Cantigi.
Mereka pun terpaksa beralih menggunakan kayu bakar. Selain di Kecamatan
Cantigi, penggunaan kayu bakar akibat sulitnya mendapat gas elpiji, juga
dilakukan sejumlah warga di Kecamatan Juntinyuat dan Losarang.
Di jantung kota
Indramayu, beberapa warga ada juga yang merangkap menggunakan kayu bakar karena
gas elpiji sering langka,’’ Tasri warga Desa Margadadi, Kecamatan Indramayu.Sumber:
ROL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar