Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 15 Mei 2012

Elpiji 3 Kg Makin Langka


tabung gas elpiji 3 kg
INDRAMAYU, ReALITA Online — Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg terus terjadi. Jika pun ada, harganya Rp 20 ribu per tabung. Masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan Indramayu – Subang harus mencari elpiji hingga ke Subang.
Firman warga Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, mengatakan, kesulitan mendapatkan gas elpiji tersebut terjadi sejak sebulan lalu. Bahkan, seminggu terakhir, tidak ada satu pun kios dan warung di daerahnya yang memiliki stok gas elpiji. “Sudah muter-muter, tapi gas elpiji 3 kg kosong,’’ ungkap Firman, Selasa (15/5).’
Dia pun mendapat informasi bahwa pasokan gas elpiji di Kabupaten Subang cukup banyak. Karena itu, Firman akhirnya terpaksa pergi ke kabupaten tetangga itu hanya untuk membeli gas elpiji. “Bukan cuma saya, tapi banyak warga di sini juga nyari gas elpiji hingga Subang,’’ kata dia.
Kesulitan mendapat pasokan gas elpiji, juga dialami warga Desa Patrol Baru, Kecamatan Patrol. Salah satunya, Halimah, mengatakan, tidak bisa memasak karena gas elpiji di rumahnya habis. Akibatnya, ia selalu membeli makanan matang untuk keluarganya sehari-hari.
Halimah menjelaskan, sangat sulit mendapatkan gas elpiji. Jikapun ada, harganya mencapai Rp 20.000 per tabung. Padahal, dalam kondisi normal, harganya hanya sekitar Rp 15.000 - Rp 16.000 per tabung. “Itu pun dapatnya rebutan,’’ katanya.
Sebelumnya, kelangkaan gas elpiji juga dialami warga di berbagai desa di Kecamatan Cantigi. Mereka pun terpaksa beralih menggunakan kayu bakar. Selain di Kecamatan Cantigi, penggunaan kayu bakar akibat sulitnya mendapat gas elpiji, juga dilakukan sejumlah warga di Kecamatan Juntinyuat dan Losarang.
Di jantung kota Indramayu, beberapa warga ada juga yang merangkap menggunakan kayu bakar karena gas elpiji sering langka,’’ Tasri warga Desa Margadadi, Kecamatan Indramayu.Sumber: ROL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar