![]() |
| pasar induk |
BEKASI, ReALITA Online — Kota Bekasi, Jawa Barat,
memerlukan pasar induk untuk memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok di
wilayah ini.
"Sejak Kota
Bekasi berpisah dengan Kabupaten Bekasi 14 tahun silam hingga kini kami belum
memiliki pasar induk," kata Kepala Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi
Abudin di Bekasi, Sabtu (19/5).
Menurut dia,
sejumlah pasar tradisional di wilayah setempat masih mengandalkan suplai bahan
pangan dari Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, dan Pasar Induk Kramat
Jati, Jakarta.
Dampaknya, harga
kebutuhan pokok relatif mahal karena dihitung dengan tarif transportasi dan
sebagainya. Pihaknya telah mengusulkan setiap empat kecamatan di wilayah
setempat memiliki satu pasar induk.
"Kalau
menghitung jumlah kecamatan di Kota Bekasi sebanyak 12 wilayah. Ini berarti
kami membutuhkan sekitar tiga pasar induk," katanya.
Usulan tersebut,
kata dia, telah disampaikan kepada Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi guna
dipertimbangkan realisasinya. Minimal, dibutuhkan pasar semiinduk.
"Yang penting,
pasokannya bisa lebih besar dari sekadar pasar tradisonal secara umum,"
katanya. Usulan tersebut mustahil dapat terealisasi pada 2012 karena anggaran
yang terbatas.
"Diharapkan
realisasi pasar induk ini bisa terjadi pada tahun depan," katanya.
Pengadaan pasar induk bisa diupayakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
ANT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar