Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 19 Mei 2012

Kota Bekasi Butuh Pasar Induk


pasar induk
BEKASI, ReALITA Online — Kota Bekasi, Jawa Barat, memerlukan pasar induk untuk memperlancar distribusi bahan kebutuhan pokok di wilayah ini.
"Sejak Kota Bekasi berpisah dengan Kabupaten Bekasi 14 tahun silam hingga kini kami belum memiliki pasar induk," kata Kepala Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi Abudin di Bekasi, Sabtu (19/5).
Menurut dia, sejumlah pasar tradisional di wilayah setempat masih mengandalkan suplai bahan pangan dari Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, dan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.
Dampaknya, harga kebutuhan pokok relatif mahal karena dihitung dengan tarif transportasi dan sebagainya. Pihaknya telah mengusulkan setiap empat kecamatan di wilayah setempat memiliki satu pasar induk.
"Kalau menghitung jumlah kecamatan di Kota Bekasi sebanyak 12 wilayah. Ini berarti kami membutuhkan sekitar tiga pasar induk," katanya.
Usulan tersebut, kata dia, telah disampaikan kepada Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi guna dipertimbangkan realisasinya. Minimal, dibutuhkan pasar semiinduk.
"Yang penting, pasokannya bisa lebih besar dari sekadar pasar tradisonal secara umum," katanya. Usulan tersebut mustahil dapat terealisasi pada 2012 karena anggaran yang terbatas.
"Diharapkan realisasi pasar induk ini bisa terjadi pada tahun depan," katanya. Pengadaan pasar induk bisa diupayakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. ANT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar