![]() |
| Proses Indentifikasi korban Sukhoi |
JAKARTA, ReALITA Online — Kepala Rumah
Sakit Polri Soekanto, Brigjen Agus Prayitno, mengatakan bahwa pihaknya belum
mendapat hasil identifikasi jenasah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet
100. Proses identifikasi itu masih berlangsung, dan malam ini proses
identifikasi akan melibatkan ahli DNA asal Rusia.
"Malam
ini akan ada Profesor Ivanov. Dia bergabung dengan tim kami. Dia ahli DNA yang
kelasnya internasional," ujar Agus, Selasa, (15/ 2012).
Identifikasi,
kata Agus, masih dilakukan karena harus dicocokkan dengan antemortem.
"Jadi istilahnya collecting
data," katanya. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu.
Dan untuk pemeriksaan DNA diperkukan waktu dua minggu sejak pertama kemarin
diperiksa.
Agus juga
menjelaskan, hingga saat ini RS Polri telah menerima 27 kantong, yang terdiri
dari 22 kantong jenasah dan lima kantong properti milik korban.
Hari ini,
pihak RS Polri menyelesaikan pemeriksaan postmortem. Dalam pemeriksaan itu
diambil sampel DNA, yang kemudian diuji melalui hasil lab. Dalam pemeriksaan
lab itulah Ivanov akan dilibatkan.
Sebelumnya
Ketua DVI Nasional Indonesia, Mushadeq Ishak, mengatakan bahwa keterlibatan
ahli forensik dari Rusia ini bukan berarti kualitas ahli Indonesia rendah. Tapi
semata-mata karena itu merupakan kesepakatan antar kedua negara.
"Indonesia
sudah memiliki pakar forensik setara dunia, metode dan SOP yang sama dalam
bidang DNA sangat maju, kita dengan biomolekuler mengurai seluruh kasus dengan
kualitas tinggi, dan diakui dunia," kata Mushadeq, Minggu (13/5/2012).
"Namun
ahli dari negara sahabat memiliki pengalaman lain, jadi kami mensirnergi, sharing, sehingga Insya Allah dapat
mempercepat proses," tambahnya. Esi,Sumber:VIVAnews

Tidak ada komentar:
Posting Komentar