Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 15 Mei 2012

Malam Ini Uji DNA Libatkan Ahli Rusia


Proses Indentifikasi korban Sukhoi
JAKARTA, ReALITA Online — Kepala Rumah Sakit Polri Soekanto, Brigjen Agus Prayitno, mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat hasil identifikasi jenasah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100. Proses identifikasi itu masih berlangsung, dan malam ini proses identifikasi akan melibatkan ahli DNA asal Rusia.
"Malam ini akan ada Profesor Ivanov. Dia bergabung dengan tim kami. Dia ahli DNA yang kelasnya internasional," ujar Agus, Selasa, (15/ 2012).
Identifikasi, kata Agus, masih dilakukan karena harus dicocokkan dengan antemortem. "Jadi istilahnya collecting data," katanya.  Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu. Dan untuk pemeriksaan DNA diperkukan waktu dua minggu sejak pertama kemarin diperiksa.
Agus juga menjelaskan, hingga saat ini RS Polri telah menerima 27 kantong, yang terdiri dari 22 kantong jenasah dan lima kantong properti milik korban.
Hari ini, pihak RS Polri menyelesaikan pemeriksaan postmortem. Dalam pemeriksaan itu diambil sampel DNA, yang kemudian diuji melalui hasil lab. Dalam pemeriksaan lab itulah Ivanov akan dilibatkan.
Sebelumnya Ketua DVI Nasional Indonesia, Mushadeq Ishak, mengatakan bahwa keterlibatan ahli forensik dari Rusia ini bukan berarti kualitas ahli Indonesia rendah. Tapi semata-mata karena itu merupakan kesepakatan antar kedua negara.
"Indonesia sudah memiliki pakar forensik setara dunia, metode dan SOP yang sama dalam bidang DNA sangat maju, kita dengan biomolekuler mengurai seluruh kasus dengan kualitas tinggi, dan diakui dunia," kata Mushadeq, Minggu (13/5/2012).
"Namun ahli dari negara sahabat memiliki pengalaman lain, jadi kami mensirnergi, sharing, sehingga Insya Allah dapat mempercepat proses," tambahnya. Esi,Sumber:VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar