![]() |
| TPA Bantar Gebang |
BEKASI,
ReALITA Online — Amin
(53), seorang pemulung tewas tertimbun sampah dalam peristiwa longsor di zona
empat Tempat Pembuangan Akhir Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa
Barat, Kamis (17/5).
"Peristiwa itu
terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Sampah setinggi 20 meter tiba-tiba longsor dan
menimbun Amin yang sedang mengumpulkan sampah sendirian di lokasi," ujar
salah satu rekan korban, Jack (40), di lokasi.
Menurut dia,
sejumlah alat berat seperti mesin pengeruk masih aktif menumpuk sampah di
lokasi tersebut. Sedangkan sejumlah rekan korban masih beristirahat.
Amin sibuk memungut
plastik di dekat mesin pengeruk. Tiba-tiba sampah berukuran sekira 50 meter
persegi di bagian atas tumpukan, longsor dan menimbun badan Amin.
"Amin tak
mampu menghindari longsoran sampah karena jumlahnya banyak, seluruh tubuhnya
tertimbun," katanya.
Menurut dia,
longsoran sampah sampai menutup jalan di sebelah selatan zona empat serta
menimpa dua gubuk pemulung di seberang jalan tersebut. "Amin terkubur
sekitar 30 menit di bawah sampah. Ia berhasil dievakuasi setelah kondisi aman.
Ketika tubuhnya ditarik, kulit tangan dan kakinya terkelupas karena tumpukan
sampah itu panas mengandung metana," katanya.
Jenazah Amin
langsung dibawa pulang ke gubuknya Kampung Cisalak, Kelurahan Sumurbatu,
Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Tak lama, polisi datang dan membawa
jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk keperluan
autopsi.
Kepala Dinas
Kebersihan Kota Bekasi, Junaedi, mengakui kondisi tumpukan sampah di zona empat
sudah melebihi ambang batas ideal yakni maksimal 15 meter. "Tumpukan
sampah di lokasi kejadian memang tidak wajar yakni mencapai 20 meter tingginya,
padahal idealnya maksimal 15 meter," katanya.
Zona tersebut telah
dinyatakan kawasan darurat dan dinonaktifkan dahulu sebelum situasi dinyatakan
aman untuk aktivitas pengelolaan sampah. "Kami minta tak satupun pemulung
ke lokasi itu, kondisinya rawan," kata Junaedi.
Junaedi mengaku
sedang mengurus jenazah korban di rumah sakit. Dinas Kebersihan Kota Bekasi
segera membuat berita acara peristiwa tersebut untuk pengurusan santunan bagi
keluarga korban. ANT, metrotvnews

Tidak ada komentar:
Posting Komentar