Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 18 Mei 2012

Pemulung Tewas Terkubur Longsoran Sampah


TPA Bantar Gebang
BEKASI, ReALITA Online — Amin (53), seorang pemulung tewas tertimbun sampah dalam peristiwa longsor di zona empat Tempat Pembuangan Akhir Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/5).
"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Sampah setinggi 20 meter tiba-tiba longsor dan menimbun Amin yang sedang mengumpulkan sampah sendirian di lokasi," ujar salah satu rekan korban, Jack (40), di lokasi.
Menurut dia, sejumlah alat berat seperti mesin pengeruk masih aktif menumpuk sampah di lokasi tersebut. Sedangkan sejumlah rekan korban masih beristirahat.
Amin sibuk memungut plastik di dekat mesin pengeruk. Tiba-tiba sampah berukuran sekira 50 meter persegi di bagian atas tumpukan, longsor dan menimbun badan Amin.
"Amin tak mampu menghindari longsoran sampah karena jumlahnya banyak, seluruh tubuhnya tertimbun," katanya.
Menurut dia, longsoran sampah sampai menutup jalan di sebelah selatan zona empat serta menimpa dua gubuk pemulung di seberang jalan tersebut. "Amin terkubur sekitar 30 menit di bawah sampah. Ia berhasil dievakuasi setelah kondisi aman. Ketika tubuhnya ditarik, kulit tangan dan kakinya terkelupas karena tumpukan sampah itu panas mengandung metana," katanya.
Jenazah Amin langsung dibawa pulang ke gubuknya Kampung Cisalak, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Tak lama, polisi datang dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk keperluan autopsi.
Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Junaedi, mengakui kondisi tumpukan sampah di zona empat sudah melebihi ambang batas ideal yakni maksimal 15 meter. "Tumpukan sampah di lokasi kejadian memang tidak wajar yakni mencapai 20 meter tingginya, padahal idealnya maksimal 15 meter," katanya.
Zona tersebut telah dinyatakan kawasan darurat dan dinonaktifkan dahulu sebelum situasi dinyatakan aman untuk aktivitas pengelolaan sampah. "Kami minta tak satupun pemulung ke lokasi itu, kondisinya rawan," kata Junaedi.
Junaedi mengaku sedang mengurus jenazah korban di rumah sakit. Dinas Kebersihan Kota Bekasi segera membuat berita acara peristiwa tersebut untuk pengurusan santunan bagi keluarga korban.  ANT, metrotvnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar