![]() |
| gas elpiji 3 kg |
KARAWANG,
ReALITA Online — Pengecer dan konsumen di sejumlah daerah sekitar
Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengeluhkan minimnya pasokan gas elpiji ukuran
tiga kilogram di pasaran, sejak beberapa hari terakhir.
Seorang
pengecer gas elpiji, Ny. Mila, mengatakan, sejak beberapa hari terakhir hingga
kini pasokan gas elpiji ukuran tiga kilogram sudah berkurang. Biasanya dua atau
tiga hari sekali pihaknya mendapat kiriman gas elpiji ukuran tiga kilogram dari
distributor.
"Sekarang,
sudah lebih dari sepekan tidak mendapat kiriman gas elpiji ukuran tiga
kilogram. Jadi jangankan untuk menjual, untuk memenuhi kebutuhan gas elpiji
sehari-hari sudah susah," kata Mila yang merupakan warga Purwasari, di
Karawang, Selasa (15/5).
Ia
mengaku sudah beberapa kali menghubungi pihak distributor gas elpiji ukuran
tiga kilogram agar segera mengirim gas elpiji tersebut menyusul kosongnya
persediaan di warung miliknya. Tetapi pihak distributor tidak pernah mengirim
gas dengan alasan stok kosong.
Seorang
konsumen gas elpiji ukuran tiga kilogram, Ny Een, mengaku sangat sulit mencari
gas elpiji ukuran tiga kilogram di warung-warung yang merupakan pengecer gas
sejak beberapa hari terakhir.
"Saya
sudah mencari-cari ke beberapa warung pengecer gas terdekat, tetapi tidak ada.
Bahkan, mereka (pengecer) pun mengeluhkan hal yang sama. Stok gas mereka juga
sudah pada habis," katanya.
Dengan
tidak adanya elpiji, ia mengaku kesulitan mencari alternatif lain untuk
digunakan sebagai bahan bakar. Karena, sejak adanya konversi minyak tanah ke
gas elpiji, kompor minyak tanah miliknya telah dijual. Karena itu saat ini,
kesulitan untuk memasak.
"Kalau
kompor minyak tanah masih ada, mungkin akan mencari minyak tanah. Tetapi kompor
minyak tanah sudah tidak ada. Jadi sekarang ini bingung kalau mau masak,"
kata dia.
Ny
Een khawatir kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram akan berdampak terhadap
kenaikan harga. Sebab, dari pengalaman jika barang tertentu sudah langka di
pasaran akan mengalami kenaikan harganya.
ANT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar