Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 03 Mei 2012

Warga Karawang Sepakat Hentikan Aksi Blokir Jalan


KARAWANG, ReALITA Online — Warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang sempat melakukan pemblokiran jalan poros menuju tiga kawasan industri akhirnya mau menghentikan aksinya setelah mendapat kepastian dari pemerintah daerah setempat dan perwakilan masing-masing kawasan industri, Kamis (3/4).
Sejak Rabu (2/5) pagi hingga Kamis siang, warga yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Warga Pinayungan (GSWP) masih memblokir jalan raya Pinayungan yang merupakan jalan poros menuju Kawasan Industri Mitra (KIM), kawasan industri Suryacipta, dan Kawasan Industri Karawang International Industrial City (KIIC).
Sementara setelah pertemuan antara pemerintah daerah setempat, perwakilan tiga pengelola kawasan industri, dan perwakilan warga Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, di Pemkab Karawang, warga sepakat untuk menghentikan aksi pemblokiran jalan tersebut.
"Karena ada jaminan, aksi pemblokiran jalan akan kami hentikan," kata Itok, seorang warga setempat yang merupakan pengurus karang taruna Desa Pinayungan, di Karawang, Kamis (3/4).
Ia mengatakan, dalam pertemuan itu Pemkab Karawang dan perwakilan pengelola kawasan sudah sepakat untuk menyepakati sejumlah tuntutan warga.
Sejumlah tuntutan warga yang disepakati untuk dipenuhi itu diantaranya ialah perbaikan jalan raya Desa Pinayungan, pengelola kawasan industri juga sepakat untuk mengutamakan tenaga kerja lokal dalam hal penyerapan tenaga kerja.
Selain itu, pihak perusahaan juga sepakat dan bersedia menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan secara merata kepada warga setempat.
Sementara itu, aksi pemblokiran jalan raya Desa Pinayungan yang mulai dilakukan warga pada Rabu (2/4) itu sendiri akibat kekesalan warga atas kondisi jalan rusak yang tidak diperbaiki.
Warga Desa Pinayungan menilai kerusakan jalan di daerahnya akibat aktivitas kendaraan besar milik perusahaan-perusahaan yang melintasi jalan raya itu.  ANT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar