Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 23 Juli 2010

Efendy Choirie: Opini Ilham Bintang Menghina Parlemen


JAKARTA, ReALITA Online — Komisi Pertahanan DPR menyatakan tersinggung dengan tulisan opini pemimpin redaksi tabloid Cek & Ricek, Ilham Bintang di Situs berita Antara. "Itu penghinaan terhadap parlemen," kata anggota Komisi Pertahanan DPR Effendi Choiri usai melakukan konferensi pers di gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/7).

Dalam opininya tertanggal 19 Juli 2010, Ilham menyebutkan adanya upaya untuk penghakiman terhadap infotainment. Kemudian Ilham juga menuding bahwa Komisi I DPR, Dewan Pers, dan Komisi Penyiaran Indonesia telah berkomplot untuk mengkategorikan tayangan infotainment sebagai karya non jurnalistik. Menurut Ilham dalam opininya semua kesepakatan itu dibuat oleh KPI, Komisi pertahanan, dan Dewan pers dalam rapat dengar pendapat tanggal 14 Juli 2010 di gedung perlemen.

Politisi yang akrab dipanggil Gus Choi ini kemudian menantang Ilham Bintang untuk berdebat soal infotainment. Menurut dia, perlu ada klarifikasi dari Ilham bintang soal kata "berkomplot" tersebut. "Itu tudingan serius, sebab rapat dengar pendapat itu hasil keputusan resmi dari proses pemerintahan," ujarnya.

Sebagai solusi dari permasalahan ini, Gus Choi akan mngusulkan adanya konfrontir keterangan dan pandangan antara kubu yang setuju infotainment dengan kubu yang tidak setuju dengasn infotainment.

Senada dengan hal itu, Ketua Komisi Pertahanan, Kemal Azis Stamboel mengatakan tidak menemukan kesalahan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam melakukan tugasnya. dMenurut Kemas, dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi I mendukung penuh KPI untuk melakukan pengawasan terhadap isi siaran. "Komisi I tidak melihat adanya upaya sensor atas tindakan KPI terhadap infotainment,"ujarnya. TEMPO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar