Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 22 Juli 2010

Mahasiswa Tewas Ditembak, LMND Demo Kapolri


JAKARTA, ReALITA Online — Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa untuk Demokrasi (EN-LMND) mengadukan kasus penembakan aktivisnya, Herman. Mereka meminta Kapolri untuk memerintahkan jajarannya mengusut tuntas kasus tewasnya Herman di Garut, Jawa Barat.

"Kami dari EN-LMND datang ke Bareskrim melaporkan penembakan dan pembunuhan Herman," kata Ketua Umum Eksekutif LMND, Lalu Hilman Afriandi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 21 Juli 2010.

Dia mengatakan dugaan pembunuhan itu diawali dari penculikan Herman. Herman, kata dia, diduga diculik di tempat kost-nya setelah melakukan aksi bersama ratusan warga Pasir Wangi di depan kantor sebuah perusahaan di Garut.

Menurut dia, setelah aksi itu, Herman diduga diculik aparat yang berinisial Sfy. Herman yang merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan Garut itu diculik dan dibawa di suatu tempat kemudian ditembak.

"Kejadian itu terjadi di daerah Cirengit Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut," kata dia. "Herman tewas ditembak di bagian kepala."

Hilman menuduh polisi terkesan menutup-nutupi kejadian ini. Semua saksi dalam kejadian ini sangat sulit untuk ditemui dan diakses. Dia menuduh, "Polisi membuat cerita seolah Herman mati bunuh diri."

Namun demikian, pihaknya tetap berkeyakinan Herman tidak mati bunuh diri. Dia mengatakan tetap yakin Herman tewas ditembak oleh petugas bernama Sofyan yang telah ditangkap oleh pihak kepolisian. "Kami curiga motif pembunuhan ini adalah politis, tidak jauh dari kegiatan Herman," kata dia.

Oleh karena itu, dia mendesak Kapolri segera memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan itu. "Kita ingin Kapolri memerintahkan jajarannya," kata dia. VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar