"Kami dari EN-LMND datang ke Bareskrim melaporkan penembakan dan pembunuhan Herman," kata Ketua Umum Eksekutif LMND, Lalu Hilman Afriandi di Mabes Polri,
Dia mengatakan dugaan pembunuhan itu diawali dari penculikan Herman. Herman, kata dia, diduga diculik di tempat kost-nya setelah melakukan aksi bersama ratusan warga Pasir Wangi di depan kantor sebuah perusahaan di Garut.
Menurut dia, setelah aksi itu, Herman diduga diculik aparat yang berinisial Sfy. Herman yang merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan Garut itu diculik dan dibawa di suatu tempat kemudian ditembak.
"Kejadian itu terjadi di daerah Cirengit Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut," kata dia. "Herman tewas ditembak di bagian kepala."
Hilman menuduh polisi terkesan menutup-nutupi kejadian ini. Semua saksi dalam kejadian ini sangat sulit untuk ditemui dan diakses. Dia menuduh, "Polisi membuat cerita seolah Herman mati bunuh diri."
Namun demikian, pihaknya tetap berkeyakinan Herman tidak mati bunuh diri. Dia mengatakan tetap yakin Herman tewas ditembak oleh petugas bernama Sofyan yang telah ditangkap oleh pihak kepolisian. "Kami curiga motif pembunuhan ini adalah politis, tidak jauh dari kegiatan Herman," kata dia.
Oleh karena itu, dia mendesak Kapolri segera memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan itu. "Kita ingin Kapolri memerintahkan jajarannya," kata dia. VIVAnews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar