Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 21 Agustus 2010

900 Warga Bekasi Terjangkit HIV/AIDS

BEKASI, ReALITA Online — Hingga awal Agustus 2010 LSM Mitra Sehati mencatat di Kota Bekasi, Ja-Bar, penderita HIV/AIDS mencapai 900 orang. Penyebar virus HIV/AIDS kebanyakan melalui jarum suntik.

MANAJER program Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Sehati, A Hazami mengatakan, mereka yang terjangkit itu rata-rata berusia remaja dan produktif 15-35 tahun dengan presentasi 25 persen pelajar dan mahasiswa. Menurutnya data tersebut diperoleh dari hasil evaluasi jumlah LSM pendamping dan Badan Narkotika Kota (BNK) Kota Bekasi.

Dia menambahkan, pengguna jarum suntik itu rata-rata pengkonsumsi narkoba. Dan faktor para penderita tersebut bisa terjangkit virus HIV/AIDS, karena menggunakan jarum secara bergantian. Padahal, penularan penyakit itu sangat mudah melalui penggunaan jarum.

Versi pemerintah provinsi Jawa Barat, kini jumlah pengguna jarum suntik di Kota Bekasi dan telah terjangkit virus HIV/AIDS mencapai 1.300 khasus. Sedang versi LSM pendamping berjumlah 900 orang yang sudah terjangkit HIV akibat menggunakan jarum suntik secara bergantian.” Sekarang masalah tersebut sedang dalam penanganan pihak pendamping,” ujarnya.

Sejak tahun 2007 LSM Mitra Sehati sudah mendata pengguna jarum suntik. Dan hasilnya, bukan hanya kalangan pelajar dan mahasiswa saja yang dinyatakan terjangkit virus HIV/AIDS. Bahkan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh itu, juga sudah tertular ke PNS dan karyawan swasta.

Azmi mengatakan lebih lanjut, pihaknya juga melakukan pendampingan kepada seluruh waria dan gay. Sebab, potensi penderita paling banyak dari kelompok itu. ”Potensi penularan virus HIV/AIDS itu sangat banyak, khusus kelompok waria dan gay,” jelasnya penuh yakin.

Sosialisai

Sopandi Budiman, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNK Kota Bekasi mengatakan, jumlah pengguna jarum suntik didominasi kalangan pelajar dan kini dalam upaya pencegahan. Salah satunya, melalui sosialisasi bahaya penggunaan narkoba.

Dia pun tidak bisa mengelak ketika data siswa SD yang mengkonsumsi narkoba mencapai 95 orang. Supandi mengaku, tahun 2010 ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. ”Tahun 2010 ini kami memang fokus ke sekolah-sekolah sosialisasi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya. poskota, esi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar