
JAKARTA, ReALITA Online — Pemerintah Indonesia diminta tak terjebak dengan pola diplomasi yang diterapkan Pemerintah Malaysia yang selalu mendengungkan "saudara serumpun" sebagai dalih penyelesaian berbagai masalah dengan soft diplomacy.
"DIPLOMASI Serumpun" dinilai membuat pemerintah terlalu berhati-hati dalam mengambil tindakan, jika terjadi masalah dengan
Hal yang sama juga diungkapkan anggota Komisi I, Tantowi Yahya. Prinsip "zero enemy, millions friends" yang selalu didengungkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia katakan bukan berarti
Tantowi menegaskan, "Zero enemy bukan berarti kita mengalah begitu saja dan lari karena tidak mau bermusuhan. Saat kita diinjak, jangan diam saja. Mereka (
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menjawab pertanyaan dan kritik para anggota Dewan, “Dalam membangun hubungan dengan negara tetangga harus dikelola dengan baik tanpa menanggalkan hal-hal yang prinsipil<” katanya.
Akan tetapi dalam penyelesaiannya, papar dia lebih lanjut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, tetap harus menggunakan instrumen-instrumen diplomasi yang ada seperti nota protes dan komunikasi langsung dengan Pemerintah
Anggota Komisi I, Enggartiasto Lukito melontarkan, jika nota protes pemerintah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar