
Namun, jumlah rupiah yang diperhitungkan tak sebanding dengan nilai keselamatan. Suroyo mencontohkan, untuk jarak tempuh 350 kilometer, pemudik motor akan menghabiskan biaya untuk bahan bakar sekitar Rp 35.000, dengan asumsi 50 km menghabiskan 1 liter bahan bakar.
"Misal yang berangkat dua orang, dengan waktu istirahat 5 kali. Nah, sekali istirahat mungkin menghabiskan 30 ribu. Kalau dihitung, dengan sepeda motor untuk dua orang, biayanya hanya sekitar 185 ribu," kata Suroyo dalam jumpa pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Jumat (27/8).
Jumlah itu memang lebih kecil jika dibandingkan menggunakan transportasi umum yang biayanya bisa dua kali lipat per orang. Akan tetapi, "Naik transportasi umum memang mahal, kalau kita menghitung dari nilai rupiahnya. Tapi cobalah hitung dari nilai keselamatannya," kata dia.
Mudik dengan sepeda motor memang rawan kecelakaan. Berdasarkan data tahun 2008, dari 1052 kecelakaan pada saat mudik, 70 persennya merupakan pemudik motor. Dari angka itu, sebanyak 800 orang tewas. Tahun 2009, kecelakaan mencapai 1544, dengan 576 korban tewas.
"Kami berharap pemudik bisa berhitung soal keselamatan. Selisih 300 ribu, yang penting selamat, bisa istirahat, enggak cape di jalan," ujar Suroyo. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar