Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 11 Agustus 2010

Mensos: Awasi Gepeng Terorganisasi

JAKARTA, ReALITA Online — Menteri Sosial Salim Segaf Al'Jufrie mengatakan, gelandangan dan pengemis atau gepeng terorganisasi yang dieksploitasi oleh pihak-pihak tertentu harus menjadi perhatian polisi. "Apabila ada mafianya yang mengeksploitasi gepeng, harus menjadi perhatian aparat penegak hukum," ungkapnya seusai mengukuhkan Dewan Komisioner Komisi Nasional Perlindungan Anak, Selasa (10/8) di Jakarta.

Dia mengakui, memasuki bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, jumlah gepeng di ibu kota akan mengalami peningkatan. "Itu adalah masalah tahunan yang hanya bisa diselesaikan di daerahnya masing-masing," katanya.

Mensos menyebutkan, pemerintah daerah seharusnya tahu jika daerah mereka menjadi kantong-kantong gepeng yang senantiasa hijrah ke Jakarta atau kota besar lainnya pada saat bulan suci Ramadhan. "Saya yakin pemerintah daerah tahu ini, dan saya harap bisa menyelesaikan masalah tersebut di daerahnya masing-masing," katanya.

Mensos menyebutkan, salah satu upayanya adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di daerah tersebut. Namun, ia mengakui, kondisi tersebut akan berbeda jika gepeng hijrah karena diorganisasi atau dieksploitasi oleh pihak-pihak tertentu. "Kalau memang ada mafianya, maka itu jadi urusan aparat penegak hukum," katanya. kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar