
“BULAN puasa pasti volume sampah akan naik, terutama untuk jenis batok kelapa. Kami minta masyarakat untuk swadaya mengangkut sampah ke LPS (lokasi pembuangan sampah) di lokasi sekitar dengan menggunakan gerobak. PKL juga harus disiplin membuang sampah di tempatnya dan harus tepat waktu,” ujarnya, Selasa (10/8/2010).
Menurut Unu, jika pembuangan sampah tidak teratur jadwalnya, otomatis sampah tidak dapat terangkut secara keseluruhan oleh petugas di lapangan. Di Jakarta Timur, saat ini terdapat sekitar 30 LPS, masing-masingnya mampu menampung sekitar 30 meter kubik sampah.
Untuk membuang sejumlah sampah ke TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, pihaknya telah menyediakan 158 unit truk pengangkut sampah. Sayangnya, 136 armada di antaranya usianya sudah uzur, yakni di atas 16 tahun, sehingga dianggap sudah tidak laik operasi. Padahal, maksimal, setiap armada mampu mengangkut 2 rit setiap harinya. Bahkan agar semua sampah terangkut, pihaknya menggandeng pihak ketiga untuk pembuangan sampah ke TPA Bantargebang, Bekasi.
“Armada yang ada saat ini saya lihat masih cukup untuk membuang sampah setiap harinya. Dengan catatan, masyarakat juga disiplin membuang sampah tepat waktu dan ada kerja bakti rutin di masyarakat serta tidak terjadi bencana banjir,” imbuh Unu.
Saat ini, jadwal pembuangan sampah ke TPA Bantargebang dimulai pukul 06.00-12.00. Dengan begitu, jika ada masyarakat yang membuang sampah pada sore hari, otomatis tidak dapat terangkut. Justru lebih baik jika masyarakat membuangnya seusai sahur atau usai shalat subuh, sehingga sampah dapat terangkut. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar