Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 11 Agustus 2010

Volume Sampah Diprediksi Meningkat

JAKARTA, ReALITA Online — Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur, Unu Nurdin, mengakui bulan puasa akan terjadi peningkatan volume sampah. Namun, ia tidak melakukan persiapan khusus, dan cukup menggunakan SDM dan sarana/prasarana yang ada. Sebab hingga saat ini, armada pengangkut sampah dianggap masih mencukupi, kendati dari segi kelaikannya masih kurang memadai. Karena itu, ia meminta masyarakat utamanya para pedagang, untuk membuang sampah tepat pada waktunya, sehingga sampah tersebut dapat diangkut petugas sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“BULAN puasa pasti volume sampah akan naik, terutama untuk jenis batok kelapa. Kami minta masyarakat untuk swadaya mengangkut sampah ke LPS (lokasi pembuangan sampah) di lokasi sekitar dengan menggunakan gerobak. PKL juga harus disiplin membuang sampah di tempatnya dan harus tepat waktu,” ujarnya, Selasa (10/8/2010).

Menurut Unu, jika pembuangan sampah tidak teratur jadwalnya, otomatis sampah tidak dapat terangkut secara keseluruhan oleh petugas di lapangan. Di Jakarta Timur, saat ini terdapat sekitar 30 LPS, masing-masingnya mampu menampung sekitar 30 meter kubik sampah.

Untuk membuang sejumlah sampah ke TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, pihaknya telah menyediakan 158 unit truk pengangkut sampah. Sayangnya, 136 armada di antaranya usianya sudah uzur, yakni di atas 16 tahun, sehingga dianggap sudah tidak laik operasi. Padahal, maksimal, setiap armada mampu mengangkut 2 rit setiap harinya. Bahkan agar semua sampah terangkut, pihaknya menggandeng pihak ketiga untuk pembuangan sampah ke TPA Bantargebang, Bekasi.

“Armada yang ada saat ini saya lihat masih cukup untuk membuang sampah setiap harinya. Dengan catatan, masyarakat juga disiplin membuang sampah tepat waktu dan ada kerja bakti rutin di masyarakat serta tidak terjadi bencana banjir,” imbuh Unu.

Saat ini, jadwal pembuangan sampah ke TPA Bantargebang dimulai pukul 06.00-12.00. Dengan begitu, jika ada masyarakat yang membuang sampah pada sore hari, otomatis tidak dapat terangkut. Justru lebih baik jika masyarakat membuangnya seusai sahur atau usai shalat subuh, sehingga sampah dapat terangkut. kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar