
JAKARTA, ReALITA Online — Ekonom Rizal Ramli, pada acara Renungan
Mengeluh, sambungnya, adalah tanda jiwa yang lemah dan goyah. Rizal mencontohkan Bung Karno, pemimpin bangsa yang tak kenal takut. Ketika menghadapi ancaman, Bung Karno tak serta-merta curhat kepada rakyatnya.
"Bung Karno pernah mengalami tujuh kali aksi percobaan pembunuhan. Tujuh kali aksi, saudara-saudara! Bukan cuma rencana, tapi sudah aksi, sudah dilakukan," kata Rizal.
Salah satunya, Bung Karno pernah dilempar granat di daerah Cikini, diberondong senapan, dan ditembaki dari pesawat. Apa yang dikatakan Bung Karno? "Mati dan hidup di tangan Tuhan. Kalau saya harus mati ditembak, ya saya akan mati tertembak. Tapi kalau takdir saya tidak mati tertembak, biarpun ditembak berkali-kali, insya Allah saya tidak akan mati," kata Rizal mengutip kata-kata Bung Karno.
Bahkan, pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela, sambung Rizal, pernah mengatakan, seorang pemberani bukan saja orang yang tak punya rasa takut, melainkan juga mampu mengalahkan rasa takut itu sendiri.
Dikatakan Rizal, rakyat juga butuh keteladanan dari pemimpinnya. Dalam keadaan yang serba sulit sekarang ini, rakyat perlu tahu bahwa pemimpinnya pun merasakan kesusahan yang mereka alami.
Rizal mencontohkan tokoh Bung Hatta, pejuang tulen, yang hingga akhir hayatnya tak mampu membeli sepatu idamannya. "Kalau sudah begini, rakyat mana yang takkan menaruh hormat padanya?" katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar