Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 27 Agustus 2010

Salah Satu Orangtua Paskibra Lapor Polisi

JAKARTA, ReALITA Online Loreen Djunaidi, orangtua salah seorang anggota Paskibra DKI Jakarta angkatan 2010, akhirnya melaporkan kasus pelecehan paskibra senior DKI ke petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya.

Kepada Kompas.com, Loreen Djunaidi menyampaikan pesan singkatnya:

Oleh karena sampai hari ini Disorda (Dinas Olahraga) DKI belum memberikan sanksi kepada pengurus PPI dan pelaku seniornya, saya melapor ke Polda Metro Jaya secara resmi. Saya tidak setuju dengan musyawarah, apalagi pengurus PPI (Purna Paskibra Indonesia) DKI belum mengaku kesalahan senior tetapi malah bela perbuatan para pelaku.

SMS tersebut dikirim pada Rabu (25/8/2010) malam. Pengaduan itu dibenarkan oleh Kombes Boy Rafli Amar, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, saat ditemui wartawan di Jakarta, Kamis. "Benar sudah ada pengaduan dari satu orangtua Paskibra DKI," katanya.

Loreen bersama putrinya akan datang pada Selasa depan untuk memenuhi panggilan terkait berkas acara pemeriksaan (BAP) di Unit Satuan Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya. Loreen melaporkan hal ini dengan Pasal 335, yakni perbuatan tidak menyenangkan.

Boy mengatakan, meski hanya satu pelapor, hal itu tetap dapat diproses. Dalam pemeriksaan nanti, polisi juga akan memanggil para saksi dan mereka harus mau memberikan keterangan.

Kasus itu mulai mengemuka pada 17 Agustus lalu saat Hari Ulang Tahun Ke-65 Kemerdekaan RI. Paskibra senior diduga melakukan pelecehan kepada Paskibra DKI angkatan 2010 saat masa orientasi kepaskibrakaan (OKA) di Cibubur, Jakarta Timur, pada masa karantina 2-6 juli lalu.

Mereka yang melapor adalah dua orangtua dari dua anggota paskibra putri, dan satu orangtua dari anggota paskriba putra. Mereka mengeluhkan, paskibra senior memerintahkan yuniornya berlari dari barak tidur ke barak mandi dan sebaliknya dalam kondisi bugil. kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar