Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 26 Agustus 2010

Waspadai Jamu Berkhasiat Instan

JAKARTA, ReALITA OnlineBanyak minuman tradisional berbahan herbal yang berkhasiat bagi kesehatan. Tetapi, berbeda dengan obat kimia, ramuan herbal pada umumnya tidak bisa memberikan efek instan pada tubuh. Karena itu, untuk mendapatkan manfaatnya, ramuan herbal seperti jamu, harus dikonsumsi secara rutin.

"JAMU atau herbal yang langsung memberi efek 'jreng' itu tidak ada. Biasanya harus diminum secara teratur," kata dr Setiawan Dalimartha dari Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur seperti dikutip Kompas.com, Selasa (24/8).

Minuman herbal asli Indonesia, biasanya terbuat dari rebusan rimpang berkhasiat. Seperti, kunyit atau jahe, ginseng, serta rempah-rempah. Kebanyakan orang mengonsumsi herbal--justru ketika mengalami sakit. Padahal menurut Setiawan, banyak ragam herbal yang berfaedah sebagai pencegahan alias meningkatkan stamina.

"Kalau badan sakit atau pegal, minum ramuan jamu tidak mungkin langsung seger. Karena itu, banyak penjual jamu yang nakal mencampurnya dengan obat kimia," ujar dia.

Beberapa jenis obat kimia yang sering dicampur, misalnya golongan steroid. "Kalau minum satu bungkus badan langsung seger, biasanya dicampur obat kimia," katanya.

Setiawan menambahkan, masyarakat sebaiknya hanya mengonsumsi jamu buatan pabrik jamu yang sudah dikenal. Cermati juga nomor izin dari BPOM dalam kemasan jamu, "Sebaiknya hati-hati minum jamu yang sudah dicampur macam-macam," tandasnya.

Walaupun membuat badan langsung segar, namun jamu yang dioplos memiliki efek samping berbahaya. Seperti, tekanan darah tinggi, keropos tulang, badan bengkak, ginjal rusak dan perdarahan lambung hingga kematian. put

Tidak ada komentar:

Posting Komentar