Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 18 September 2010

Bocoran Tidak Lolos Tes Kesehatan Dahului IDI

KARAWANG, ReALITA Online — Seorang Balonbup dan satu orang Balonwabup Kab.Karawang, Jabar, di antara 5 pasangan tidak lolos tes kesehatan. Padahal IDI yang membentuk tim dokter pemeriksa kesehatan menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut kepada KPUD Karawang.

AKIBAT bocoran tersebut Ade Tarem salah satu ketua PAC Parta Demkrasi Indonesia Perjuangan mengungkapkan kekecewaannya kepada ReALITA Online di Desa Rengasdengkolok Selatan, Kamis (16/9). Dia menuding Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang membentuk tim dokter pemeriksa kesehatan telah mengesampingkan kode etik kedokteran.

“Mengapa hasil pemeriksaan sampai bisa bocor kalau tidak ada kepentingan orang tertentu. Hasil pemeriksaan harusnya dijaga ketat jangan sampai bocor. Istilah masyarakat Rengasdengklok tukang becak saja menilai kalau permainan itu benar-benar kasar,” tegas Ade.

Ketua Karang Taruna Desa Rengasdengkolok Selatan juga mengungkapkan penyesalannya atas keteledoran tim dokter dan IDI sendiri. Karena secara aturan yang berlaku yang berhak menyampaikan hasil pemerikasaan tim dokter bisa tidak mencalonkan adalah kewenangan KPUD.

”KPUD sendiri harus melalui keputusan komisioner yang kemudian menyampaikan kepada bakal calon bupati (Balonbup ) dan bakal calon wakil bupati (Balonwabup) secara tertulis dan kepada partai politik yang mengusungnya.

Ketua Karang Taruna yang tidak mau ditulis namanya mengungkapkan kekhawatirannya di lapangan ketika baliho Balon yang tidak lolos tes kesehatan itu diturunkan--bisa memicu kemarahan para pendukungnya,”Harusnya IDI menjaga rapi jangan sampai bisa bocor,” ujarnya.

“Perlu dibentuk forum untuk membedah masalah agar jangan sampai terjadi anarkis dari masyarakat pendukung kedua Balon tersebut,” imbuhnya.

Balon Bupati yang tidak lolos tes kesehatan itu kata sebuah sumber karena memiliki jantung lemah sehingga dikuatirkan akan berdampak terhadap ketangguhan pemerintahannya ketika menghadapi suatu masalah. Sedangkan satu orang Balonwabup berdasarkan hasil diagnosa tim dokter mengidap penyakit ingatan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Derah (KPUD) Karawang, Emay M mengatakan, KPUD telah menjalankan proses tahapan seleksi Balonbup dan Balonwabup. Termasuk jadwal seleksi tes kesehatan tanggal 24-27 Agustus 2010. ”KPUD menerima hasil tes kesehatan lima pasangan tanggal 8 September 2010. Saya tidak berhak menanggapi bocoran,” katanya sembari tergesa-gesa meninggalkan ruang kerjanya.

Merebaknya bocoran tersebut memicu reaksi salah seorang masyarakat Rengasdengklok karena ada di antara balon Wabup sudah dinyatakan mengidap penyakit jantung permanen, tapi mengapa bisa lolos tes kesehatan. ”Emay selaku Ketua KPUD paling lantang mengungkapkan bahwa Dadang S Muchtar tidak bisa lagi mencalonkan Bupati Karawang. Tapi mengapa Emay tidak bereaksi bisa lolos tes kesehatan,” ujarnya.

Panwasda Panggil IDI

Panitia Pengawas Pemilukada (Panwasda) Kab. Karawang memanggil IDI Kab. Karawang, Kamis (16/9). Pemanggilan itu terkait hasil tes kesehatan para Balon Bupati dan Wakil Bupati yang diselenggarakan pada 20-27 Agustus 2010 lalu.

Menurut Ketua Panwasda, Masmuhyi Abdullah, pemanggilan itu untuk mengetahui teknis pemeriksaan yang dilakukan terhadap para balon. Selain itu, juga akan menanyakan IDI cara pengambilan keputusan, sehingga bisa menentukan mampu tidaknya balon memimpin daerah secara psikologis.

Masmuhyi mengatakan, Panwasda tidak dapat meminta hasil rekam medik para balon. Pemanggilan ini sebagai klarifikasi IDI atas bocornya hasil tes kesehatan yang dilansir lebih dulu di sebuah media lokal. esi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar