
KARAWANG, ReALITA Online – Bupati Karawang, Drs H Dadang S Mochtar, merespon usul Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, suapya ibu kota Pemerintahan Indonesia dipindahkan ke Karawang.
Menurut Dadang, pihaknya siap jika kelak pemerintah menetapkan wilayah Karawang sebagai pengganti
Jika dilihat dari sisi geografis, lanjut dia, letak Karawang sangat strategis karena merupakan segi tiga emas persilangan transportasi ke Jakarta-Bandung dan Jawa Tengah. "Ke Bandara Halim Perdanakusma juga dekat," kanya.
Bupati Karawang ini memastikan, jika wacana pemindahan pusat pemerintahan dan ibu
Sesuai Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten Karawang, kawasan pembangunan di wilayah selatan Karawang. Sedangkan, pertanian berada di wilayah utara. Dadang memastikan, saat ini ada 4.000 hektar lahan di kawasan industri yang masih menganggur dan ada 8.000 ha lagi lahan milik Perhutani sehamparan dengan lokasi industri.
Lahannya perbukitan, lanjut bupati, tinggal melakukan pematangan.Menurutnya angka 10 ribu hektar sudah lebih dari cukup buat menyiapkan lahan pembangunan pusat pemerintahan dan sangat memadai.
Dia pun membandingkan Karawang dengan posisi Jonggol yang juga disebut-sebut sebagai calon lokasi pembangunan pusat pemerintahan baru. "Dari sisi lokasi, jelas lebih strategis Karawang. Dari sisi infrastruktur pun jelas Karawang lebih bagus," jelasnya.
Aksesibiltas infrastruktur jalan tol juga mendukung dengan adanya tiga pintu gerbang tol Karawng Barat, Karawang Timur dan Dawuan. Bahkan masih memungkinkan membuka gerbang baru antara Cikarang Baru dan Karawang Barat. Apalagi akan dibangunnya pelabuhan laut internasional di Ciparage.
Dan yang lebih peting lagi, lanjut Dadang, dari sisi historis Karawang yang menjadi Kota Pangkal Perjuangan erat kaitannya dengan masa berdirinya Republik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar