Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 17 September 2010

Karawang Siap Menggantikan Jakarta

KARAWANG, ReALITA Online – Bupati Karawang, Drs H Dadang S Mochtar, merespon usul Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, suapya ibu kota Pemerintahan Indonesia dipindahkan ke Karawang.

Menurut Dadang, pihaknya siap jika kelak pemerintah menetapkan wilayah Karawang sebagai pengganti Jakarta. "Saya sangat sependapat dengan Pak Wagub," ujar Dadang yang akrab dipanggil Dsm kepada wartawan.

Jika dilihat dari sisi geografis, lanjut dia, letak Karawang sangat strategis karena merupakan segi tiga emas persilangan transportasi ke Jakarta-Bandung dan Jawa Tengah. "Ke Bandara Halim Perdanakusma juga dekat," kanya.

Bupati Karawang ini memastikan, jika wacana pemindahan pusat pemerintahan dan ibu kota dari Jakarta ke Karawang, tidak akan mengganggu status Karawang sebagai lumbung padi nasional. "Tidak akan ada sejengkal pun lahan pertanian yang akan tergusur," imbuhnya.

Sesuai Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten Karawang, kawasan pembangunan di wilayah selatan Karawang. Sedangkan, pertanian berada di wilayah utara. Dadang memastikan, saat ini ada 4.000 hektar lahan di kawasan industri yang masih menganggur dan ada 8.000 ha lagi lahan milik Perhutani sehamparan dengan lokasi industri.

Lahannya perbukitan, lanjut bupati, tinggal melakukan pematangan.Menurutnya angka 10 ribu hektar sudah lebih dari cukup buat menyiapkan lahan pembangunan pusat pemerintahan dan sangat memadai.

Dia pun membandingkan Karawang dengan posisi Jonggol yang juga disebut-sebut sebagai calon lokasi pembangunan pusat pemerintahan baru. "Dari sisi lokasi, jelas lebih strategis Karawang. Dari sisi infrastruktur pun jelas Karawang lebih bagus," jelasnya.

Aksesibiltas infrastruktur jalan tol juga mendukung dengan adanya tiga pintu gerbang tol Karawng Barat, Karawang Timur dan Dawuan. Bahkan masih memungkinkan membuka gerbang baru antara Cikarang Baru dan Karawang Barat. Apalagi akan dibangunnya pelabuhan laut internasional di Ciparage.

Dan yang lebih peting lagi, lanjut Dadang, dari sisi historis Karawang yang menjadi Kota Pangkal Perjuangan erat kaitannya dengan masa berdirinya Republik Indonesia. "Merah Putih pertama kali dikibarkan pada Kamis petang, 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok Karawang," tandasnya. esi, Tempo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar