Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 21 September 2010

KBRI Kawal Pengusutan TKW Budak Seks

MALAYSIA, ReALITA Online — Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia, sebut saja inisialnya WF, disiksa majikannya. Tak hanya fisiknya yang dianiaya, dia juga dipaksa menjadi budak seks.

Kabar malang perempuan 26 tahun itu sampai ke telinga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Semalam, SBY menelepon dia dan memerintahkan KBRI di Malaysia untuk mengawal proses hukum yang sedang berlangsung.

"Atase dan kedutaan kita terus menerus mendampingi dan korban sudah dirawat serius," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Kantor Presiden, Senin, 20 September 2010.

Pengusutan, tambah dia, masih berlangsung. "Komitmen polisi Malaysia juga sangat tinggi untuk menuntut secara tegas dan kita menunggu proses hukum itu," tambah Muhaimin.

Muhaimin mengingatkan sampai Memorandum Kesepahaman disepakati, masuknya pekerja Indonesia di sektor informal masih dilarang di Malaysia. Larangan juga berlaku di Yordania dan Kuwait.

Bagaimana dengan kasus WF?

"Kalau dilihat dari tanggal keberangkatan, kayaknya sudah masa pelarangan," kata Muhaimin. Soal apakah korban berstatus tenaga kerja ilegal, Muhaimin mengaku belum tahu. "Saya konfirmasi terus menerus. Tapi sebetulnya kita minta supaya masyarakat mengerti, sudah hampir satu tahun."

WF ditemukan di pinggir jalan di Nibong Tebal pada hari Minggu kemarin dengan darah menetes dari luka-lukanya. Didapati ada luka seterika di payudaranya dan luka bekas disiram air mendidih.

Tak hanya itu, di kepala WF ada luka pukulan benda tumpul, tubuhnya dicambuki dengan ikat pinggang. Perempuan malang itu juga menjadi budak seks majikannya.

Malaysia Percepat Investigasi Pemerkosaan TKW

Kepala Kepolisian Penang, Malaysia, Datuk Ayub Yaakob, mengharapkan kasus penganiayaan pembantu rumah tangga asal Indonesia tidak menjadi isu panas di kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, polisi Malaysia ingin mempercepat proses investigasi kasus itu. Kepolisian Malaysia, seperti dikutip Bernama, 20 September 2010, menangkap pasangan suami-istri yang diduga menganiaya pembantu rumah tangga asal Indonesia.

Menurut Datuk Ayub, polisi masih membutuhkan keterangan dari korban maupun para tersangka. Korban, berinisial WF, yang diduga diperkosa dan dianiaya berkali-kali mengaku lega mengetahui majikan jahatnya sudah ditangkap polisi. Ia mendapat informasi tersebut dari Konsul Jenderal Indonesia untuk Penang, Chilman Arisman. Kini korban yang berusia 26 tahun sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Penang. "Dia senang karena merasa rasa keadilannya terpenuhi. Saya bisa merasakan antusiasmenya selama perbincangan ... selalu menanyakan tentang penangkapan itu," kata Chilman seperti dimuat New Straits Times, 19 September 2010.

WF kini ditempatkan di ruang isolasi dan hanya segelintir orang, termasuk polisi dan staf konsulat, yang diperbolehkan menjenguk. Para jurnalis dilarang keras mendekat.

Menurut Chilman, WF secara perlahan mulai sembuh dari trauma psikologi dan luka fisik. Pihak konsulat, kata dia, ikut membantu polisi mencari tahu data pribadi WF. Sebab ia ditemukan tak berdaya tanpa dokumen.

Menurut keterangan korban, ia dianiaya sejak Mei lalu. Datuk Ayub Yaakob juga menjenguk WF di rumah sakit. Korban yang tabah terlihat meneteskan air mata ketika Ayub menghibur dan menasehatinya agar tabah menghadapi cobaan berat ini. Vivanews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar