Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 30 September 2010

Kronologi Bom Bekasi Versi Polisi Saksi Mata

BEKASI, ReALITA OnlineAH, pelaku peledakan bom di dekat Pos Polisi Sumber Arta, Bekasi, diduga berusaha meledakkan bom terhadap sejumlah personel polisi yang sedang berjaga. Tetapi, bom diduga terlebih dulu meledak sebelum mengenai salah satu personel tersebut.

Kebetulan personel polisi terdekat dari pria berjanggut dan tinggi badan 167 cm itu, adalah Kepala Unit Patroli Pospol Sumber Arta, Kepolisian Resor Metro Bekasi, Ajun Komisaris Herry Azhari. Herry menceritakan kembali momen itu di markas Kepolisian Resor Metro Bekasi, Kamis (30/9).

"Kejadiannya sekitar pukul 08.15. Kebetulan saya memang biasa bertugas mengatur lalu lintas di sekitar lokasi," tutur Herry.

Herry berdiri di pinggir trotoar sambil mengatur lalu lintas pagi hari yang ramai. Sebelum kejadian, Herry sudah melihat di belakangnya seseorang menuntun sepeda kayuh dari arah Jakarta menuju Bekasi.

"Tiba-tiba terdengar ledakan besar dari belakang. Saya lihat ke belakang, orang yang menuntun sepeda itu sudah tergeletak. Barang-barangnya berserak," papar Herry.

Herry juga merasakan sejumlah paku melayang ke arahnya saat bunyi ledakan terdengar, namun tak sampai melukainya.

Herry mencium bau petasan. Kemudian dia melihat paku berserakan di sekitar orang yang tadi menuntun sepeda,"Saya langsung mencurigai ini bom."

Herry yang hanya berjarak tiga meter dari lokasi ledakan tersebut mendekati tubuh pria yang diketahui belakangan berinisial AH. "Ketika saya mendekati, tiba-tiba dia bangun sempoyongan dan berusaha melarikan diri," ujar Herry. Saat itu, Herry melihat baju AH berlumuran darah. VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar