
Jajaran Kepolisian terpaksa menutup jalur ini untuk sementara. Kendaraan dari Tasikmalaya dan Garut diarahkan kembali untuk melintasi jalan Nagreg lama. “Longsorannya kecil,” ujar petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Mulyadi, di Nagreg, Rabu (8/9).
Selama hujan berlangsung dari pukul 15.10 WIB, pengendara disuguhkan pemandangan yang cukup menegangkan. Material tanah dari tepi tebing yang ada di sebelah kanan dan kiri jalan berjatuhan. Guguran tanah dan bebatuan ini seukuran kerikil hingga dua kali lipat ukuran tangan orang dewasa.
Longsoran ini jatuh ke dalam parit yang ada di bawah tebing. Namun karena air yang mengalir cukup deras, material longsoran meluber ke badan jalan. Akibatnya, kondisi jalan menjadi licin karena sebagian tertutup lumpur. “Beberapa sepeda motor sempat terjatuh di tanjakan Citiis, karena banyak batu dan tanah yang masuk ke jalan,” ujar Anto, 35 tahun, salah seorang tukang ganjal.
Genangan air juga terjadi di jalan setelah tanjakan Citiis arah
Aparat Kepolisian yang berjaga di Pos Pam Tanjakan Citiis sendiri terus mengingatkan para pengemudi agar dapat menjaga jarak antarkendaraan saat melintas di tanjakan. Soalnya kondisi tanjakan licin akibat genangan air. Keadaan ini juga membuat antrean kendaraan.
Sebelumnya longsoran kecil juga sempat terjadi pada Selasa (7/9) malam kemarin. Untuk membersihkan kondisi jalan yang licin, polisi terpaksa menutup jalan ini. “Longsoran semalam hanya kerikil, tapi sudah dapat dibersihkan,” ujar Kepala Kepolisian Resort Bandung, Ajun Komisaris Besar Hendro Pandowo. tempo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar