Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 24 September 2010

Pasca Lebaran Harga Kebutuhan Pokok di Subang Masih Stabil

SUBANG, ReALITA Online — Harga-harga bahan pokok dan sayuran di sejumlah pasar tradisional Subang, Jawa Barat, pasca lebaran cenderung masih stagnan. Kondisi tersebut, dipicu oleh belum lancarnya pasokan barang ke pasar-pasar yang ada.

Daging sapi, misalnya, harganya masih dibanderol di kisaran Rp 68 ribu per kilo gram -jelang lebaran harganya Rp.70 ribu---- padahal pada saat normal, harga daging dipatok Rp 50 hingga Rp 55 ribu saja per kilogramnya. Daging ayam juga masih dijual di kisaran harga Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu -jelang lebaran Rp 33 ribu-per kilo gramnya. Padahal saat normal harganya Rp 24 ribu per kilogram. Dan telur ayam masih dijual Rp 16 ribu per kilogram.

Sedangkan harga komoditi sayuran sudah mulai terjadi penurunan yang cukup signifikan. Misalnya, cabai rawit yang saat menjelang lebaran harganya menembus Rp 38 ribu per kilogram, sekarang sudah dijual Rp 14 ribu, cabai merah jika menjelang lebaran dibanderol Rp 40 ribu/kg, saat ini, sudah dijual Rp 20 ribu, sedangkan bawang merah sekarang dijual Rp 12 ribu/kg.

Amu, seorang pedagang daging di pasar Kalijati, mengatakan. belum stabilnya harga daging di pasaran karena pasokan dan aktivitas di pasar juga belum stabil. "Itu saja penyebabnya," kata Amu. Ia yakin, jika pasokan dan geliat pasar sudah seperti sediakala, harga daging akan kembali normal.

Epon, seorang pedagang keliling, mengaku masih belum bernafsu berbelanja barang dagangannya. "Cuma jualan yang banyak diminati dan dipesan pembeli saja," kata Epon. Kalau beli barang dalam stok yang banyak, dikhawatirkan kurang laku dan sepi peminat. "Kalau begitu, yang rugi kan kita-kita juga," kata Epon. tempo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar