
BEKASI, ReALITA Online — St Sihombing salah satu majelis Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ciketing Bekasi, mengalami luka serius di perut sebelah kanan. Dia ditusuk sejumlah orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor, Minggu pagi (12/9).
Menurut kesaksian gembala sidang HKBP Bekasi, Pdt Advent Leonard Nababan, kepada wartawan, pada Minggu pagi itu sekitar pukul 08.30, Sihombing sedang berjalan kaki menuju Gereja HKBP Ciketing.
Lokasi kejadian berada di HKBP Ciketing, Jalan Ciketing Asem RT 03/RW 06, Mustika Jaya, Mustika Sari, Bekasi. Ini merupakan tempat yang sama ketika sebuah keributan pernah terjadi beberapa minggu silam.
Pelaku Pakai 8 Motor
Menurut Ratna, saat itu ia bersama Sihombing dan sejumlah jemaat gereja HKBP sedang berjalan menuju tempat ibadah. Kira-kira 500 meter menuju gereja, mereka melihat ada sejumlah pengendara dengan delapan motor mengikuti mereka dari arah belakang. "Tiba-tiba penetua kami, Sihombing, ditusuk di bagian perut," ujar Ratna Gurning.
Sihombing langsung jatuh tersungkur dan mengeluarkan banyak darah. Melihat kejadian itu, Pendeta Luspida Simanjuntak kemudian datang membantu. Petugas kepolisian yang berjaga kemudian membawa Sihombing dengan sepeda motor didampingi Pendeta Luspida ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
Namun, ketika motor berjalan sesaat, Pendeta Luspida ikut dipukul dari belakang serta mengenai kepala, wajah, dan punggung.
"Ibu pendeta kini juga sedang melakukan CT-scan di rumah sakit yang sama karena bagian kepalanya pening," ujar Ratna yang sedang memegang telepon seluler Pendeta Luspida Simanjuntak.
Kini, Sihombing sedang menjalani operasi agar kondisinya membaik. Pihak kepolisian di Bekasi telah memberikan donor darah kepada Sihombing
Penusukan ini Bukan Kriminalitas Biasa
Kasus penusukan terhadap St Sihombing telah mengundang keprihatinan banyak pihak. Salah satu yang turut angkat bicara tentang kasus ini adalah pengacara senior, Todung Mulya Lubis.
Dalam akun Twitter-nya, Minggu pagi, Todung menduga penusukan atas St Sihombing bukan tindak kriminalitas biasa. "Penusukan St Sihombing nampaknya bukan tindak kriminal biasa. Ini teror terhadap hak beribadah. Tindakan ini menggergaji pilar kemajemukan bangsa," kata Todung.
Sihombing sedang mengalami pendarahan dan membutuhkan donasi darah golongan O. Ia dioperasi di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. esi,kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar