Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Senin, 06 September 2010

Titin Nurdiana TKI Asal Cikarang Meninggal di Abha Jeddah

CIKARANG, ReALITA Online – Titin Nurdiana Bt Kanta Unen (35) warga Kp Pule, RT 03/02, Desa Karang Setia, Kec. Karang Bahagia, Kab.Bekasi, Jabar, meninggal di Abha Jedah, Selasa (6/7). Dikarenakan jenazah belum kunjung tiba, mengakibatkan keluarga gelisah bahkan Saanih ibu almarhum jadi sakit-sakitan setelah mendapat kabar tersebut.

BERITA Siti meninggal disampaikan oleh Salma kepada Karya Suryana suami almarhum melalui telepon celular dari Abha. Berketepatan Tenaga Kerja Indonesia asal Jawa Timur ini majikannya masih ada jalinan keluarga dengan Hasan Syaddad majikan Siti Nurdiana. Kemudian Karya menyampaikan berita duka tersebut kepada PJTKI PT Pratama Lahji Mandiri (PT PLM) di Jakarta.

Namun pihak PT PLM, kata Cici dan Suryadi adik kandung Titin, sempat menampik bahwa berita duka tersebut adalah bohong. Kemudiaa Yati masih saudara dekat almarhumah menghubungi Salma untuk megetahui secara pasti kebenaran berita meninggal tersebut.

“Saya hubungi Salma dan Hasan Syaddad Al Asmari yang sedang berada di rumah sakit Abha membenarkan Titin telah meninggal akibat pusing dan nyeri di bagian kepala. Bahkan sempat opname 10 hari dan saat-saat kritis dirasakan selama 3 hari hingga ajal menjemput,” tutur Yati mengulangi pembicaraannya.

Dikarenakan pihak PT PLM masih tetap tidak percaya, akhirnya Agus yang masih keluarga dekat almarhum, terpaksa mendesak pihak PJTKI tersebut dan sempat menggebrak meja, baru perusahaan tersebut pro aktif.

Direktur Utama PT PLM mengirimkan surat kepada Konsulat Jenderal RI up Atase Ketenagakerjaan di Jeddah KSA. Surat nomor 025/SK-PLM/VII/2010 bertanggal 19 Juli 2010 perihal keterangan tentang Titin dan no paspor AL 680485, nama majikan Hasan Syaddad Nasir Al Asmari berikut nama perwakilan Al Sultan For Recruitment berikut alamat Riyadh King Fahad Road-North Imigration Ofice PO Box 42808 code 11551, telp 4090101,fax 40235547 yang dikirim melalui facsimile.

Kemudian mengirimkan lagi surat nomor 036/SP-PLM/VIII/2010 tanggal 21 Juli 2010 ke Konsulat Jenderal Up Atase Ketengakerjaan di Jeddah KSA.

Konsulat Jenderal RI Jeddah menjawab tanggal 13 Juli 2010 dengan isi berita, merujuk surat surat facsimile PTJTKIS Pratama Lahji Mandiri No.036/SP-PLM/VII/2010 perihal surat pengantar berikut lampirannya 1 bundel re pernyataan permohonan pemulangan jenazah Titin Nurdiana Bt Karta Unen, dan re pokok facsimile menyampaikan kepada PT PLM sebagai berikut: Konsulat Jendera RI Jeddah segera akan proses penerbitan surat perizinan pemulangan jenazah Titin dari tempat tinggal di Abha wilayah Assier sekitar 950 km dari kota Jeddah untuk dimakamkan di Indonesia Kampung Pule RT.003/002 Desa Karang Setia sesuai keinginan keluarga.

Untuk mempercepat proses pemulangan jenazah diharapkan kepada PT PLM supaya lebih pro aktif bekerjasama dengan mitra kerjanya di Arab Saudi, PJTKA Al Sultan For Recruitmen untuk menghubungi pihak majikan dan mengambil surat perizinan pemulangan jenazah almarhumah ke KJRI Jeddah dengan membawa dokumen kematian sebagaimana mestinya. Antara lain, copy paspor, visum dokter, surat kematian dari rumah sakit setempat, surat keterangan pihak kepolisian dan identitas pengguna jasa selengkapnya.

Suri dari PT PLM ketika dihubungi keluarga almarhumah melalui telepon celular, Minggu (5/9) sekitar pukul 19.30 WIB mengatakan, pihaknya sedang melakukan proses pemulangan dan belum tersedia tiket cargo ke Indonesia,” Kami tetap memulangkan dan sudah sepakat dengan suami almarhumah beserta Kepala Desa Karang Setia,” ujarnya. Namun ketika didesak hari apa jenazah Titin tiba di Indonesia,” Sabar aja dulu kami tetap melakukan konsolidasi dengan KJRI Jeddah,” tegasnya.

Saanih yang kondisi fisiknya melemah hanya berharap anak keempat dari sembilan bersaudara itu segera dikembalikan ke Kampung Pule. Putri yatim ibu 3 anak ini, kata Cici sebelum menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berangkat 11 Juli 2008 silam sering mengkeluhkan rasa sakit di kepala. Hanya, Cicih dan Suryadi menyayangkan Sukarya suami almarhum sampai berita ini diposting tidak memberi berita bagaimana kelanjutan pemulangan Titin. “Yang menanganinya suami almarhum, tapi mengapa tidak diberitahu kepada kami terutama kepada ibu pasti apa tidak bisa dipulangkan ke Kampung Pule,” tandas Cici sedih dengan air mata membasahi pipinya. syam, esi

1 komentar:

  1. alhamdulillah..tki atas nama Titin nurdiana telah di serahkan oleh keluarganya tgl : 25 september 2010 dan segala asuransi berikut gaji nya telah diberikan kepada ahli warisnya... silahkan anda menghungi keluarganya... dan antara pihak keluarga dan pihak PT PRATAMA LAHJI MANDIRI berjalan sesuai seperti kekeluargaan...silahkan anda mencari tau.. kepada keluarganya, apabila berita yang kami sampaikan tidak benar,..dan segala berkas dokumen telah kami serahkan kepada depnaker trans dan bnp2tki kami Dari pihak PT PRATAMA LAHJI MANDIRI..akan selalu berupaya semaksimal mungkin,, untuk membantu para tki kami..sekian dan terima kasih

    BalasHapus