
ReALITA Online —
PADA suatu hari, ketika mengendarai sepeda, sekonyong-konyong sebuah mobil menabraknya. Sang kakek terpental sampai keluar jalan. Si pengandara mobil sangat terkejut. Dengan segera mesin dimatikan, si pengendara keluar dari mobil dan menghampiri si kakek sambil bertanya: "Kakek apa saja yang dirasakan?" Dasar kakek sudah pikun, si kakek menjawab sambil menahan sakit: "
Sobat muda, anda pasti tersenyum sipu ketika membaca cerita ini. Namun sesungguhnya itulah gambaran orang yang begitu terikat dengan kekayaan dan harta benda yang dimilikinya.
Begitu kuatnya harta mengikat seseorang, sehingga membuatnya terus berusaha mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, tanpa berpikir suatu saat dia tidak akan membawa satupun dari harta yang dimilikinya.
Seperti dikisahkan Salomo dalam kitab injil,"Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya demikian juga ia akan pergi telanjang seperti ketika ia datang, dan tidak diperolehnya dari jerih payahnya satu pun yang dapat dibawa dalam tangannya." Itu berarti, sia-sialah kita bekerja membanting tulang, menimbun harta sebanyak mungkin jika kelak semuanya itu tidak dinikmatinya. Namun demikian, kita tidak boleh apriori atau sirik terhadap mereka yang memiliki kekayaan.
Sobat muda, kendati pun demikian Salomo sama sekali tidak bermaksud bahwa kekayaan adalah kesia-siaan. Dan tidak semua orang yang memiliki kekayaan akan mengalami penderitaan. Akan tetapi, segala kekayaan dan harta menjadi sia-sia dan mendatangkan penderitaan apabila hati kita terkait kepada harta dan kekayaan yang ada. Dan ketamakan menguasai hatinya, serta melupakan Sang Pemberi berkat, yaitu Tuhan yang telah menganugrahkan kekuatan dan kehidupan.
INGATLAH BERKAT-BERKAT DALAM HIDUPMU. IA LAKSANA SEBERKAS CAHAYA DI HARI MENDUNG (Alice Gray). Putra Ido
Tidak ada komentar:
Posting Komentar