JAKARTA, ReALITA Online — Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri atau BHD mengakui bahwa belum ada perbaikan menyeluruh di bidang reserse sampai akhir masa jabatannya sebagai Kepala Polri. Menurut dia, hal itu terlihat dari masih banyaknya keluhan masyarakat terhadap kinerja anggota di bidang reserse.
"Keluhan masyarakat di bidang reserse masih tinggi, hampir mencapai 80 persen. Dengan program keroyok reserse juga belum mencapai sasaran yang diharapkan," kata BHD saat menyampaikan hasil kerjanya selama menjabat Kapolri di Mabes Polri, Senin (25/10/2010).
BHD mengakui masih ada praktik rekayasa kasus, pemerasan, bahkan tindakan kekerasan oleh anggotanya di bidang reserse saat proses penyelidikan dan penyidikan. Selain itu, BHD juga mengakui masih ada anggota di lapangan yang belum memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas belum berhasilnya apa yang jadi harapan masyakarat. Ini akan jadi PR (pekerjaan rumah) Jenderal Timur Pradopo untuk menindaklanjuti apa yang jadi harapan masyarakat ke depan," ucap BHD.
Meski demikian, menurut BHD, Polri telah melakukan banyak perubahan di internal. "Yakinlah, kami melakukan berbagai perubahan mendasar di lingkungan Polri. Kami tidak menoleransi penyimpangan di Polri. Kalau di sana-sini ada beberapa kasus yang muncul, bukan berarti Polri tidak melakukan perubahan. Saya tegaskan, Polri melakukan perubahan mendasar," ujar dia.
Seperti diberitakan, BHD akan masuk masa pensiun akhir Oktober 2010. Ia akan menyerahkan tongkat kepemimpinan Polri kepada Timur di Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Depok, pada Rabu (27/10/2010). Timur telah dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat pekan lalu. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar