JAKARTA, ReALITA Online - Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen Ito Sumardi, disebut-sebut sebagai calon Kapolri yang dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Nama Ito menyeruak di antara dua nama yang selama ini disebut-sebut, yaitu Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Irjen Imam Sudjarwo dan Inspektur Pengawasan Umum Mabes Polri Komjen Nanan Soekarna.Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam akun twitternya, Minggu (3/10), menyebutkan, "Nama-nama calon Kapolri yang beredar tidak 'diasuransikan'. Yang akan jadi adalah 'yang tidak banyak' diperbincangkan. Yang penting adalah yang terbaik!"
Senada dengan Anas, Wakil Ketua DPR Pramono Anung juga menulis di akun twiiternya, "Dari siang banyak ditanya tentang calon Kapolri yang akan diserahkan. Kalau benar nama tersebut, bisa mengejutkan publik."
Pramono memberi petunjuk, calon Kapolri tersebut dua kali menjadi Kapolda di Sumatera dan sebelumnya pernah menjadi Kapolwiltabes Surabaya.
Menilik para pejabat polri yang kini berbintang tiga, hanya Ito Sumardi yang sesuai dengan petunjuk Pramono. Ito pernah menjabat Kapolwiltabes Surabaya tahun 2001 hingga 2003. Ia juga dua kali bertugas sebagai Kapolda di Sumatera yakni Kapolda Sumatera Selatan (2006-2008) dan Kapolda Riau (2005-2006).
Presiden Belum Kirim Nama Calon Kapolri
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Minggu (3/10) sore belum menyampaikan nama calon Kapolri kepada DPR.
Juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa Kepala Negara saat ini masih dalam proses untuk mengajukan nama calon Kapolri pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
"Sementara masih dalam pertimbangan Presiden. Presiden akan menyampaikan usulan kandidat Kapolri kepada DPR dalam waktu yang tepat," katanya.
Sebelumnya dalam konferensi pers di Kantor Presiden pekan lalu, Kepala Negara mengatakan akan menyampaikan usulan nama calon kapolri kepada DPR awal Oktober. Kepala Negara juga meminta agar proses pemilihan kapolri yang baru tidak ditarik ke ranah politik. Kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar